25 Kepala Sekolah Dituntut Inovatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sebanyak 25 kepala sekolah dan madrasah di bawah Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Kendal resmi dilantik. Mereka dituntut untuk lebih inovatif dalam mengelola lembaga pendidikan. Sebab tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan membutuhkan inovasi dalam mencetak sumber daya manusia yang handal.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah Ratna Andi Irawan mengatakan, pendidikan di era digital memiliki banyak tantangan. Para pendidik harus inovatif, memiliki terobosan baru, serta bisa menyesuaikan perkembangan zaman. “Saya minta para kepala sekolah yang dilantik ini bisa berpikir out of the box untuk sekolah masing-masing,” katanya.

Andi juga mewanti-wanti agar sekolah dan madrasah di LP Ma’arif PCNU Kabupaten Kendal bisa menjaga kultur nahdliyin dan aswaja. Itu karena, kedepannya akan semakin banyak tantangan guru dalam menghadapi perkembangan zaman. “Kultur nahdliyin dan aswaja di sekolahan harus tetap dilaksanakan,” tegasnya.

Baca juga:  Mengoptimalkan Hasil Belajar Siswa Melalui Supervisi di Masa Pandemi

Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Kendal Ahmad Khoiron mengatakan, pemilihan kepala sekolah dan madrasah ini melalui seleksi dengan melibatkan tim asesor. Setidaknya, dari 37 peserta mengikuti seleksi calon kepala sekolah dan madrasah. 25 peserta memenuhi kualifikasi dan lolos. Saat ini, ada 139 sekolah dan madrasah yang dikelola LP Ma’arif Kendal. “Seleksi itu untuk menjaga kualitas pendidikan yang dikelola LP Ma’arif dan sudah dilakukan sejak 2016,” jelasnya.

Kepala sekolah harus bisa top leader, manager, dari segi kepemimpinan, serta membangkitkan kewirausahaan di masing-masing sekolah. Apalagi sekarang sudah melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). “Kepala sekolah dan madrasah harus punya komitmen meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah,” akunya. (dev/fth)

Baca juga:  Pembangunan Pasar Darurat Lamban

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya