alexametrics

Terjunkan 160 Petugas Khusus Berantas Narkotika

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kasus peredaran narkoba di Kendal terus meningkat. Tahun ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal menerjunkan 160 pegiat anti narkoba.

Kepala BNNK Kendal Anna Setyawati mengatakan, daya tangkal masyarakat terhadap narkoba masih rendah. Bahkan, penyalahgunaan narkotika mengalami peningkatan hingga 20 persen. Pihaknya juga bersinergi dengan Kejaksaan Agung supaya per kecamatan bisa membentuk tempat rehabilitasi.

“Kami baru bisa melakukan rehab rawat jalan di Klinik Bina Waras. Nah, tempat rawat inapnya kita yang belum ada,” katanya usai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal Senin (27/6).

Anna melanjutkan, hingga 2022 ini pihaknya berhasil membentuk 9 desa/kelurahan dan 120 pondok pesantren bersih narkoba (Bersinar). Selain itu, sebanyak 160 orang pegiat anti narkoba diterjunkan untuk melakukan penyuluhan.

Baca juga:  Korsleting, Sembilan Rumah Ludes

Selama tiga tahun terakhir, BNNK Kendal berhasil merehabilitasi 64 pecandu narkoba. Kebanyakan pecandu adalah pekerja swasta dan pelajar. “Dibutuhkan sinergi dan kerjasama supaya kasus narkoba di Kendal ini bisa segera diatasi,” ujarnya.

BNNK Kendal juga bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Kendal sebagai tindak lanjut program Desa Bersinar. “Melalui TP PKK Kendal kan bisa lewat pendekatan keluarga juga,” beber Ketua TP PKK Kendal Wynne Frederica.

Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mengatakan, tingginya peredaran narkoba harus menjadi perhatian serius. Pihaknya akan melakukan evaluasi bersama tim satgas agar penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kendal bisa segera diberantas. “Ke depan kita akan melakukan inovasi dan melakukan percepatan agar tidak ada peningkatan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Baca juga:  Diterjang Angin Kencang, Atap Gerbang Tol Weleri Runtuh

Dico meminta agar ASN dan masyarakat agar berani melapor jika mendapatkan informasi terkait narkoba. Pihaknya telah menyiapkan tempat rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. “Kita mulai dari diri kita sendiri dan lapor jika melihat atau mengetahui penyalahgunaan narkotika,” tegasnya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya