alexametrics

Domisili KK Tak Update, Gagal Daftar di SMPN

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Novia Hermiati kecewa tidak bisa mendafkan anaknya di SMPN 1 Kendal. Ada satu kelalaian yang membuat proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri gagal. Dia lupa mengurus data pindah domisili pada kartu keluarga (KK). Padahal sudah 11 tahun tinggal di Kendal.

“Sebenarnya bukan karena wilayah koordinat. Cuma karena kami belum ngurus perpindahan. Jadi KK kami itu masih di Sukorejo meski kami sudah 11 tahun tinggal di Kendal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (23/4).

Novia dengan berat hati tidak bisa berbuat banyak. Lantaran, tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam PPDB di SMP yang akan dituju.

Baca juga:  Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kendal Masih Tinggi

“Solusinya ya ngurus perpindahan dulu. Dan mungkin anak saya ini masuk ke sekolah swasta,” bebernya.

Sementara proses PPDB secara online jenjang SMP di Kabupaten Kendal berakhir hari ini Jumat (24/6).

Ketua PPDB SMPN 1 Kendal Supadno menjelaskan, kali ini pendaftaran calon siswa tidak bisa menggunakan surat keterangan domisili. Biasanya, akan otomatis terseleksi oleh sistem. Sejauh ini tiga jalur masuk di SMPN 1 Kendal yang tersedia sudah terpenuhi semua.

Hanya jalur perpindahan orang tua/wali yang belum banyak pendaftar. Pada tahun ajaran 2022/2023 ini, pihaknya hanya menyiapkan 256 kursi siswa baru atau delapan rombongan belajar (rombel). Selain itu, ada juga Kelas Khusus Olahraga (KKO) sebanyak satu rombel dengan 31 siswa.

Baca juga:  Belly Dance dan Bahagia Tingkatkan Imun Tubuh

“Untuk KKO itu difasilitasi oleh Disporapar dan KONI Kendal. Jadi di sini hanya mempersiapkan akademiknya,” ujarnya.

Supadno menjelaskan, ada 9 cabang olahraga dalam KKO di SMPN 1 Kendal. Di antaranya, cabor atletik, bola boli, sepakbola, anggar, angkat besi, pencak silat, taekwondo, hingga gulat.

Calon siswa yang masuk KKO sebelumnya sudah melakukan tes administrasi, psikologi, anthropometri, fisik, pencaboran, serta wawancara.”Yang KKO sudah selesai prosesnya. Dan ada 31 siswa yang diterima,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, KKO menjadi implementasi dari strategi Among Siswa yang mempertimbangkan minat bakat serta potensi peserta didik. Tahun ajaran baru ini, sudah terdapat satu SMP piloting dalam pelaksanaan. Yakni SMPN 1 Kendal.

Baca juga:  Jembatan Tanggul Malang Mangkrak

Alhamdulillah,  beberapa SMP lain juga mengajukan diri dalam KKO ini. Insyaallah akan ditindak lanjuti di tahun ajaran selanjutnya,” terangnya.

Wahyu berharap, di masing-masing eks kawedanan di Kabupaten Kendal Minimal terdapat satu SMP piloting program KKO. Sehingga minat bakat peserta didik menjadi tersalurkan.

“KKO ini juga bagian dari pembibitan atlet muda. Sehingga pembinaan prestasi olahraga di Kabupaten Kendal ini berjalan dengan baik,” harapnya. (dev/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya