alexametrics

Mengenal KH Dimyati Rois, Sosok Kiai Sederhana Tawadhu dan Santun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kebesaran sosok KH Dimyati Rois diakui semua kalangan. Terbukti tidak hanya semasa hidupnya bahkan sepeninggalnya makamnya ramai diziarahi orang.

Prosesi pemakaman jenazah KH Dimyati Rois akan menjadi sejarah yang dikenang banyak orang. Ribuan orang berkumpul bak lautan manusia mengiringi kepergian pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fadlu Wal Fadhilah tersebut.

Para pelayat berdatangan dari berbagai daerah. Mereka telah datang sejak pagi memenuhi rumah duka di Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Tak hanya di rumah duka saja, para pelayat juga memenuhi Masjid Agung Kaliwungu.

Mereka menunggu untuk bisa menyalatkan jenazah mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Saking penuhnya jamaah yang ingin menyalatkan, untuk membawa keranda jenazah masuk ke dalam masjid saja susah.

Baca juga:  Bantuan Daring dan Prokes untuk Ponpes

Pihak pengurus masjid harus menurunkan petugas keamanan dibantu personel Banser untuk membukakan jalan. Supaya jenazah bisa masuk ke dalam masjid. Tapi kondisi tersebut semakin tidak terkendali saat jenazah akan diangkut ke mobil jenazah untuk dibawa ke pemakaman.

Banyak jamaah merangsek untuk bisa mendekat ke tandu jenazah. Mereka seolah berebut ingin untuk bisa memegang atau memikul tandu jenazah. Akibatnya jenazah sulit untuk bisa keluar. Butuh waktu lama untuk membawa jenazah keluar masjid.

“Mohon tidak perlu mendekat semua, dan tolong diberi jalan untuk Jenazah bisa keluar,” kata Pengurus Takmir Masjid KH Nidhomudin Asror kepada para jamaah. Setelah menempuh berbagai upaya, akhirnya jenazah dapat dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

Baca juga:  Klaster Ponpes, 16 Positif Covid-19

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengakui sosok KH Dimyati merupakan ulama besar. Malah, sebelum meninggal KH Dimyati menunjukkan wajah yang ceria dan bahagia. Seolah memang sudah mengetahui hari mautnya telah dekat. “Saya bersaksi beliau adalah orang baik dan ahli surga. Kemarin beliau sudah memperlihatkan keceriaan seolah-olah telah menerima tamu dan menunggu malaikat untuk mengantarkan menghadap Allah SWT,” katanya.

Gus Yasin juga mendengar langsung dari keluarga Abah Dim (Sapaan akrab KH Dimyati Rois). Bahwa memang Abah telah menanti-nantikan hari Jumat. “Malah sempat bertanya kepada Gus Alam (Alamudin Dimyati Rois, Putra KH Dimyati Rois) kapan malam Jumat?,” katanya.

Jenazah KH Dimyati Rois dimakamkan di Komplek Ponpes Al-Fadlu 2 di Dusun Srogo, Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong. Usai dimakamkan, para peziarah terus berdatangan dari berbagai daerah.

Baca juga:  Trans Jateng Rute KIK Resmi Beroperasi

Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua Tanfidziah PBNU KH Yahya Cholil Staquf berziarah ke makam KH Dimyati Rois. Menurut Yaqut, Abah Dim dikenal sebagai sosok yang banyak menginspirasi. Terutama sikap kesederhanaannya. KH Dimyati juga dikenal sebagai sosok kiai yang penuh kharismatik.

“Mbah Dim dikenal mudah bergaul dengan siapa saja, memiliki ilmu pengetahuan luas, memberi pengajaran dengan teladannya, sehingga membuat banyak orang sangat merasa kehilangan,” katanya. (bud/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya