alexametrics

Selain Semarang dan Demak, Banjir Rob Juga Merendam 678 Rumah di Bandengan Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sebanyak 678 rumah di Kelurahan Bandengan, Kendal, terkena dampak banjir rob Senin (23/5). Itu sudah berlangsung sejak lima hari lalu. Kini ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang Senin (23/5) sore, warga di Kelurahan Bandengan kesulitan melakukan aktivitas. Bahkan mereka meninggalkan sepeda motornya di sepanjang Jalan Laut. Ada juga yang menunggu air rob surut di tepi jalan. Mereka sembari menjual ikan hasil tangkapan. Para pelajar pun menenteng sepatunya menyeberangi genangan air rob. Ada juga orang tua siswa yang menjemput menggunakan tossa.

“Di rumah malah sepinggang orang dewasa airnya. Ini saya nunggu surut aja. Di sini sudah 6 jam lebih,” kata Siti, 45, warga Bandengan yang terdampak rob.

Baca juga:  Sport Tourism akan Jadi Unggulan Wisata Kendal

Siti melanjutkan, dirinya sudah terbiasa dnwgan banjir rob di wilayah Bandengan. Bahkan Kamis (19/5) ada kiriman banjir dari luapan sungai Kendal.

Lurah Bandengan Sutarjo mengatakan, kondisi rob semakin parah. Air rob mulai tinggi sejak 20 Mei 2022 lalu. Hingga kini tak kunjung surut. Setidaknya ada 678 rumah yang terkena dampak air rob. Beberapa ada yang mengungsi di rumah saudara. Dan banyak yang bertahan di rumahnya masing-masing.

“Hampir menyeluruh dampak rob ini. Saat ini ketinggian antara 20 sampai 50 cm,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Tak hanya di wilayah Kelurahan Bandengan. Banjir rob juga melanda Kelurahan Karangsari Kendal. Bahkan membuat ikan di tambak hilang. Itu membuat peternak ikan tambak merugi.

Baca juga:  Keuntungan PDAM Kendal Meroket

“Sudah nasib. Untung-untungan kalo kondisi begini. Semua ikan di dua tambak saya gak tau kemana. Tapi saya gak apa-apa, ini sudah kondisi alam,” Kata Mahrus, 56, salah satu pemilik tambak di Karangsari. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya