alexametrics

Motif Kasus Anak Bunuh Ibu di Cepiring Terungkap, Ternyata karena Warisan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Motif kasus pembunuhan seorang ibu di Desa Korowelang Anyar Cepiring pada 19 Desember 2021 akhirnya terkuak. Pelaku adalah anak kandung korban yang bernama Sunarto alias Tumian.

Pelaku tega membunuh Suratmi-ibunya- lantaran ditanya perihal sisa uang penjualan tanah warisan. Akibatnya, pelaku kalap dan membacok sebanyak tiga kali di kepala ibu kandungnya.

Tak hanya membacok, korban juga mengalami tindakan kekerasan. Setelah itu, korban ditolong oleh warga dan dilarikan ke Puskesmas. Namun, pelaku belum puas dengan aksinya karena melihat korban masih hidup. Kemudian Tumian mencopot oksigen yang dipasang petugas kesehatan Puskesmas. Hingga akhirnya korban meninggal dunia.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, ternyata mengarah ke tersangka Sunarto alias Tumian yang merupakan anak kandung korban. Dan dari keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, ada keterlibatan tersangka secara jelas,” ungkap Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (19/5).

Baca juga:  Bagikan 25 Ribu Masker Medis

Kapolres menjelaskan, pihaknya sudah mencocokan beberapa barang bukti dengan keterangan tersangka. Serta menemukan ada bercak darah di kaos pelaku yang identik dengan darah korban.

Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan bukti lain yakni rekaman CCTV di Puskesmas Cepiring. Dalam rekaman tersebut melihatkan tersangka sempat melihat sekitar ruangan IGD kemudian mencopot selang oksigen lalu meninggalkan ruangan.

“Perbuatan tersangka bisa dikatakan sadis. Karena korban yang merupakan orangtuanya dihabisi dengan cara dibacok lalu untuk meyakinkan korban meninggal dengan mencabut selang oksigen,” jelasnya.

AKBP Yuniar menambahkan, korban sempat menanyakan perihal uang hasil penjualan sawah yang merupakan tanah warisan. Yakni dari hasil penjualan tanah sebesar Rp 118 juta hanya tersisa sekitar Rp 10 juta.

Baca juga:  Emy Sudah Daftarkan Ibunya Ibadah Umrah

“Korban terus ditanyakan hasil penjualan tanah warisan itu,” katanya.

Akan tetapi, tersangka sempat membantah tidak membunuh ibunya sendiri. Bahkan saat pra rekonstruksi tetap berkeyakinan dan memberikan keterangan tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

“Jadi ibunya menanyakan uang hasil penjualan tanah yang dititipkan ke pelaku. Sebagian diakui dipakai tersangka dan istrinya. Namun ibunya terus menanyakan sehingga pelaku emosi dan kalap memukul serta membacoknya menggunakan sabit sebanyak tiga kali,” ujar Kapolres.

Sementara itu tersangka Tumian tetap bersikukuh bahwa bukan dirinya yang membunuh dan mengaku dijebak dan difitnah.“Saya difitnah membunuh,” katanya singkat saat dibawa petugas ke sel tahanan.

Polisi juga mengamankan sebilah sabit, kaos oblong bertuliskan PING YI milik pelaku, pakaian daster milik korban, dan sepeda motor milik pelaku.

Baca juga:  Pelabuhan Niaga Mulai Beroperasi

“Akibat perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan pasal 340 KUHP atau 338 KUHP atau 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” tandas Kapolres. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya