alexametrics

Sepi, Pedagang Hengkang dari Pasar Relokasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah pedagang pasar relokasi Weleri memilih menutup lapak dan keluar dari pasar. Hal itu dipicu karena pasar darurat di Terminal Bahurekso masih tetap sepi pembeli. Padahal, pedagang sudah bersedia pindah sejak awal Januari 2022.

Sejak relokasi pedagang banyak yang merugi. Pasar sepi pembeli tanpa ada solusi. Namun, kesabaran pedagang habis akhirnya memilih untuk hengkang.

Sejumlah lapak pedagang terlihat tutup, kemarin. Pedagang melakukan aksi itu lantaran sudah habis kesabaran dan modal usaha. Sudah empat bulan direlokasi, tapi kondisi pasar darurat tidak kunjung ramai.

Sebagian besar pedagang memilih keluar dari pasar darurat secara bertahap. Ada yang berjualan di rumah, ada yang menyewa tempat usaha lain. “Bagaimana mau bertahan, sudah empat bulan tidak ada pembeli,” keluh Pedagang Pasar Weleri Ahmad Zamzuri.

Baca juga:  KPU Kendal Pastikan KPPS Netral

Ia menambahkan, pendapatan yang diperoleh pedagang tidak cukup menutup kebutuhan keluarga. “Malah sering saya nol rupiah alias sama sekali tidak ada pembeli,” akunya.

Hal senada dikatakan Lasiem. Saat ini sudah banyak pedagang menutup lapak dan keluar dari pasar. Alasanya, sepi pembeli, dan tidak cukup untuk kebutuhan. Padahal, sebelumnya pemerintah menjanjikan pasar akan ramai. “Tapi mana, sampai sekarang sama sekali tidak ada pembeli,” ujarnya kesal.

Lasiem berharap, pemerintah segera merespon keluhan pedagang. Pedagang modalnya terbatas dan sudah habis. “Jika tidak direspon, pedagang akan banyak yang gulung tikar,” tambahnya.

Pembina Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kendal, Teguh Suhardi mengatakan, penyebab pasar sepi lantaran lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman warga. Banyak pedagang kehabisan modal dan memilih menutup lapak. “Jika kondisi berlarut lama, daya tahan menurun modal bisa habis. Ini sudah menjadikan usaha mikro dan kecil di pasar weleri miskin ekstrem,” katanya.

Baca juga:  PMI Kendal Berikan Sembako dan Sajadah Bagi Pendonor

Ketua Komisi B DPRD Kendal Dian Alfath Muchammad mengaku akan mencari celah agar pedagang mendapatkan ijin menempati halaman eks Pasar Weleri. “Kami akan meminta kejelasan pemerintah terkait kapan pembangunan Pasar Induk Weleri dilaksanakan,” tambahnya. (bud/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya