alexametrics

Ribuan Warga Padati Masjid Agung Kendal, Hadiri Haul Akbar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Ribuan warga memadati Masjid Agung  Kendal Senin (9/5/2022) pagi. Mereka menghadiri haul akbar Wali Joko, Wali Hadi, dan Wali Abu Sujak.

Haul akbar ini sudah menjadi tradisi turun temurun sejak puluhan tahun silam. Biasanya dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal. Lantaran tanggal tersebut merupakan wafatnya Wali Joko sang tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Kendal sekaligus pendiri Masjid Agung Kendal.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, ribuan warga Kendal memenuhi area serambi serta halaman masjid. Tak hanya orang tua, banyak anak kecil yang turut menghadiri haul akbar tersebut.

Ahmad Mursidi, seksi umum takmir Masjid Agung Kendal menjelaskan, dalam tradisi ini juga dibagikan nasi bungkus. Itu sebagai simbol ngalap berkah para wali. Setiap tahunnya, pihak takmir menyediakan 3.000 nasi bungkus.

Baca juga:  Pasar Darurat Weleri Baru Terisi 10 Persen

“Tapi tahun ini hanya 1.500 nasi bungkus. Karena haul ini dadakan tidak seperti tahun sebelum pandemi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (9/5/2022).

Lebih lanjut Mursidi mengatakan, adanya nasi bungkus tersebut rupanya memiliki mitos. Yakni biasanya tidak dimakan langsung. Namun, dijemur dulu hingga menjadi nasi aking. Setelah itu dicampurkan dengan beras di rumah. Kemudian dimasak.”Kata nenek moyang dulu seperti itu untuk mendapat barokahnya para wali,” jelasnya.

Biasanya pembagian nasi bungkus ini diwarnai dengan rebutan warga. Karena semuanya ingin mendapat barokahnya para wali. Kendati begotu, nasi bungkus yang disediakan telah dibagikan saat pagi hari.

Siti Romiyatun, 63, salah satu jamaah haul akbar mengaku sangat rindu dengan tradisi syawalan di Masjid Agung Kendal ini. Bahkan, dia rela naik becak dari rumahnya di Banyuurip, Ngampel, hanya untuk menghadiri haul akbar. Meski tidak mendapat nasi bungkus keberkahan, Romiyatun berharap barokah para wali bisa didapat dengan mendoakan.

Baca juga:  Vaksinasi Sambil Berwisata di Patean

“Saya pendatang dari Jakarta. Baru empat tahun di Kendal. Dan ini sangat saya rindukan karena selama pandemi tidak ada tradisi ini. Gak apa-apa gak kebagian nasi bungkus keberkahan. Saya sudah senang bisa hadir di haul akbar ini,” ujarnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya