alexametrics

Masih Mahal, Harga Daging Sapi di Kendal Rp 150 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Harga daging sapi di Kabupaten Kendal masih tinggi di hari ketiga Lebaran 2022. Kali ini mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, harga daging sapi mencapai Rp 150 ribu per kilogram di Pasar Tradisional Kendal. Kenaikan tersebut berasal dari supplier. Dengan alasan masih dalam suasana Lebaran.

Namun pada hari ketiga Lebaran ini, harga daging sapi turun Rp 10 ribu. Hal itu diakui Sudarsih, 57, salah satu penjual daging sapi di Pasar Tradisional Kendal. Dia mengatakan, harga normal daging sapi hanya berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 135 ribu.

“Kemarin masih banjir uang, makanya bisa naik Rp 150 ribu per kilonya. Kemungkinan sih besok harganya bisa turun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (4/5/2022).

Baca juga:  Harga Daging Masih Stabil

Sudarsih menjelaskan, suasana lebaran ini dia kesulitan mendapat supplier daging sapi. Karena pasokan daging belum ada. Itu menjadi alasan lain baginya untuk menaikkan harga.

“Seama lebaran ini cuma bawa 5 kilogram buat dijual. Terus ini bawa 10 kilogram udah pesenan orang. Tapi yang pesen gak ngambil-ngambil,” keluhnya.

Sementara itu, harga daging ayam di Pasar Kendal juga naik ugal-ugalan. Bahkan, harga ayam kampung mencapai Rp 120 ribu perkilogram. Sedangkan ayam merah Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu. Ayam biasa Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu. Kenaikan harga melejit tersebut terjadi sejak awal Ramadan 2022.

“Daging ayam naiknya emang ugal-ugalan. Beda dengan tahun kemarin yang pas pertengahan Ramadan bisa turun harga. Tahun ini sampe Lebaran malah naik terus. Kemungkinan juga ini bakal naik lagi,” terang Rupiah, 60, penjual daging ayam.

Baca juga:  Kejar Target, Dinkes Kendal Gelar Safari Vaksin

Rupiah berjualan dari jam 07.00 WIB membawa 10 kilogram ayam. Belum ada satu jam, daging stoknya bersih disapu pembeli.

“Meski harga harganya naik tajam tapi pembeli juga banyak. Jadi daging di lapak saya cepet habis,” katanya.

Sulkhan, 45, salah satu pembeli mengatakan, kenaikan daging kali ini terlalu cepat. Kendati begitu, Sulkhan tetap membeli daging untuk kebutuhannya di rumah.

“Ya mau gimana lagi, anak minta ya saya tetep beli meski mahal,” ucapnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya