alexametrics

Bangkitkan Ekonomi, Bangun UMKM Center

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Pemkab berencana untuk membangun UMKM Center di Kabupaten Kendal. Langkah tersebut sebagai upaya memudahkan masyarakat saat mencari produk UMKM. Selain itu bisa meningkatkan ekonomi pelaku usaha menengah kecil.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan gedung UMKM center bakal dibangun di selatan Stadion Baru Kendal. Sehingga semua UMKM dijadikan satu untuk mempermudah mencari produk UMKM unggulan Kendal. Selain itu, Pemkab Kendal juga akan membuat e-katalog lokal. Sehingga produk UMKM Kendal bisa diakses melalui online atau elektronik. “Jadi semua jika mau belanja produk UMKM Kendal itu masuk di e-katalog dan tinggal di klik. Kalo bisa masuk di sistem elektronik promosinya masuk ke seluruh indonesia,” katanya.

Baca juga:  Belum Vaksin, 30 Penumpang KMP Kalibodri dari Kumai Gagal Mudik

Feri menambahkan, Pemkab menggelontorkan 656 liter minyak goreng untuk 82 pelaku UMKM. Pemberian bantuan ini untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para pelaku UMKM. Sebab, kenyataan di lapangan harga minyak goreng melambung tinggi termasuk migor curah mencapai Rp 22 ribu per kilogram. “Kita temukan ada pedagang di Kendal yang menjual minyak goreng curah harganya Rp 22 ribu. Nantinya kita selidiki, karena itu memberatkan pembeli termasuk pelaku UMKM. Padahal sesuai aturan minyak goreng curah dijual Rp 15.500,” ujarnya.

Kepala Bank Jateng Cabang Kendal Suko Hariyadi mengatakan, selama 2021 Kabupaten Kendal telah menyetor modal Rp 60,3 miliar. Sehingga menerima dividen sebanyak Rp 13,4 miliar. Adapun minyak goreng yang disalurkan sebanyak 656 liter untuk 82 pelaku UMKM di Kendal. Masing-masing penerima mendapat 8 liter minyak goreng.

Baca juga:  Sediakan 3 Ton Beras Segar di Pasar Tani

“Ini CSR pertama minyak goreng untuk pelaku UMKM di Kendal. Nantinya juga akan ada dana bergulir untuk pemulihan ekonomi,” tambahnya.
Salah satu pelaku UMKM Siti Akhidah, 45 mengaku terbantu bantuan migor. Sebelumnya kesulitan membeli minyak goreng untuk kebutuhan produksi onde-onde ketawa dan kacang goreng.

“Alhamdulillah dapat bantuan. Sebelumnya sulit produksi karena harga migor yang mahal,” akunya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya