alexametrics

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kendal Masih Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Kendal ternyata masih tinggi. Sepanjang Januari-April 2022 tercatat sudah ada 34 kasus.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Endang Jumini mengatakan, penyebab banyaknya kasus AKB di Kendal dipengaruhi faktor kelainan jantung bawaan lahir, infeksi saluran pernapasan, demam, kejang, hingga diare. Pada 2020 terdapat 156 kasus AKB. Sementara di 2021 ada 120 kasus.

“Memang di 2021 itu kasusnya menurun. Tapi  tahun ini sampai bulan April saja sudah 34 kasus. Kemungkinan kasus di 2022 ini malah meningkat,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Rabu (27/4).

Tak hanya itu, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kendal pada 2021 cukup tinggi. Yakni ada 33 kasus. Padahal di tahun 2020 hanya 18 kasus kematian. Penyebab utama AKI tahun 2021 di Kendal tinggi adalah virus covid-19. Selain itu, ada ibu hamil yang mengidap HIV.

Baca juga:  Genjot Minat Baca, Bagikan 1.000 Buku

“Penyebab lainnya itu karena penyakit jantung dan pendarahan. Dan per April ini AKI sudah mencapai 5 kasus,” jelasnya.

Selama ini, Dinkes Kendal telah melakukan berbagai upaya untuk menekan AKI dan AKB. Diantaranya yakni meningkatkan akses layanan kesehatan di masing-masing puskesmas,  memberikan edukasi tentang makanan bergizi dan seimbang untuk ibu hamil dan bayi, hingga memberikan vitamin tambah darah untuk remaja SMP.

Namun, upaya tersebut belum berjalan 100 persen. Lantaran kurangnya kerjasama dari lintas sektor termasuk masyarakat.

“Pihak keluarga itu menjadi faktor utama dalam menekan AKI dan AKB. Karena yang paling tau kondisi ibu hamil dan bayi itu kan dari keluarga sendiri. Jadi harus ada komunikasi dan kerja sama yang baik agar AKI dan AKB bisa turun,” harapnya.

Baca juga:  Sareh Sumeleh, Acuhkan Pandangan Negatif Orang

Endang menambahkan, terkait stunting berdasarkan data Dinkes per 6 April 2022, terdapat 13,3 persen kasus stunting di Kabupaten Kendal. Selain itu, sebanyak 59.228 balita dari 63.682 balita di Kabupaten Kendal sudah dilakukan pengukuran stunting.

Bahkan ada 37 desa locus stunting dengan kasus stunting tertinggi di wilayah Kecamatan Kangkung.

“Kasus stunting di Kecamatan Kangkung ada 23,6 persen. Dan desa yang masuk locus di Desa Jungsemi dan Tanjungmojo,” tambahnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya