alexametrics

Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di kendal Merangkak Naik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kendal merangkak naik menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H. Salah satunya daging ayam yang kini harganya tembus Rp 80 ribu per kilogram.

Hal tersebut diketahui Bupati Kendal Dico M. Ganinduto bersama Dinas Perdagangan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Cepiring dan Pasar Tradisional Kendal Kamis (21/4).

Bupati bersama rombongan melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang lebaran. Dari hasil pantauan, kenaikan tertinggi terjadi pada harga daging ayam kampung yang mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging ayam tersebut diungkapkan Hj. Kuwati, salah satu penjual daging di Pasar Tradisional Kendal. Kuwati menjelaskan, kenaikan harga daging ayam sudah berlangsung hampir dua pekan.

Baca juga:  Aturan Suara Azan 100 Desibel Tak Berpengaruh di Kendal

Diantaranya, harga daging ayam sayur yang sebelumnya Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 38 ribu per kilo. Daging ayam merah sebelumnya Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu, kini menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

“Penyebabnya harganya naik karena pemasokan ayam kampung sudah sulit,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Kendal Abdul Aziz mengatakan, dari hasil sidak harga bahan pokok yang naik diantaranya cabai teropong yang semula Rp 31 ribu menjadi Rp 32.500 per kilogram. Telur sebelumnya Rp 24 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilo. Untuk bawang merah dan bawang putih harganya masih tetap yakni Rp 26 ribu. Kecuali bawang kating kini harganya Rp 30 ribuan.

Baca juga:  Aksi Lempar Batu Teror Pengendara

“Kenaikan bumbu dapur dan bahan pokok ini masih dibatas kewajaran. Karena naiknya sekitar seribu sampai dua ribu. Dan untuk ketersediaan masih cukup aman hingga tiga bulan ke depan. Karena secara rutinitas apabila terjadi kekosongan langsung barang datang. Tidak distok tapi begitu habis barang langsung datang,” katanya usai melakukan pantauan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto menjelaskan, beberapa harga komoditas yang naik rata-rata dipengaruhi oleh harga BBM yang juga naik. Selain itu, juga terdapat stok bahan pokok yang kurang.

“Jadi itu indikasi yang akan kita tindak lanjuti. Tapi kalau kita lihat secara stok Insya Allah aman sampai Idul Fitri tidak ada kekurangan. Dan semua pedagang pun juga tidak ada yang dibatasi untuk membeli dari produsen,” jelasnya.

Baca juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup, Siswa SMP N 4 Cepiring Tanam Pohon

Dalam sidaknya kali ini, Dico bersama rombongan tidak menemukan adanya makanan kedaluwarsa dan berpewarna yang membahayakan. Namun, pihaknya melalui Dinas Perdagangan akan terus melakukan pantauan dan menindaklanjuti apabila ditemukan makanan kedaluwarsa dan makanan berpewarna yang membahayakan seperti 2021 lalu.

“Jadi selama sepanjang ini pemantauan kita insyaallah terkendali dengan baik secara stok. Dan hari gak ada temuan makanan keraluwarsa atau berpewarna yang membahayakan. Jika kita temukan ada pedagang pasar yang melakukan seperti itu nanti akan kita tindak lanjuti dan kita cek kembali,” tandasnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya