alexametrics

Pemkab Kendal Salurkan 75 Ton Migor Curah Bersubsidi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop-UKM) Kabupaten Kendal mulai menyalurkan jatah 75 ton minyak goreng (migor) curah bersubsidi kepada para pedagang. Namun, diduga sebagian migor curah bersubsidi diambil asosiasi pedagang tanpa sepengetahuan Disdagkop-UKM.

Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Kabupaten Kendal Abdul Azis menjelaskan, pendistribusian minyak goreng curah subsidi dari pemerintah ini menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Kabupaten Kendal mendapat jatah 75 ton.

Saat ini, sudah ada 7,4 ton migor curah yang diterima Disdagkop-UKM. Kemudian ditambah 5,8 ton migor curah subsidi yang disalurkan di Pasar Kendal Kamis (14/4). Namun demikian, disinyalir ada pengiriman langsung dari PT PPI kepada asosiasi pedagang sebanyak 9 ton.

Baca juga:  Stok Minim, Harga Bawang Merah Meroket

“Asosiasi pedagang itu meminta jatah tanpa pernah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan. Jadi mereka langsung ke PT PPI selaku yang ditunjuk mengawal penyaluran ini,” jelas Azis setelah mengkoordinir penyaluran migor curah kepada pedagang di pasar tradisional, Kamis (14/4).

Aziz mengatakan, Disdagkop UKM Kendal tidak bisa berbuat banyak. Karena hal ini adalah ranah dan kewenangan Satgas Pangan untuk menindak.

“Harusnya minyak goreng bersubsidi itu di bawah pengawasan dinas. Dinas harus dikasih tau pendistribusiannya ke mana saja. Dan dari asosiasi pedagang itu tidak ada koordinasi dan keterbukaan dengan dinas,” jelasnya.

Sementara itu, puluhan pedagang pasar tradisional berbondong-bondong ke Posko Pasar Sehat. Mereka ingin membeli migor curah sesuai harga eceran tertinggi (HET). Satu liter harganya Rp 14 ribu, sedangkan untuk satu kilogram migor curah harganya Rp 15.500.

Baca juga:  UMKM Kolaborasi dengan Seniman

“Ya nantinya ikut teman-teman saja mau jual berapa ke pembeli. Karena kalo nentuin harga sendiri nanti bisa diprotes, kok nggak sama dengan yang lain,” ujar Sartiyem, 77, pedagang sembako di Pasar Kendal di sela mengantre.

Sartiyem mengaku, sebelumnya menjual migor curah hingga Rp 20 ribuan. Pihaknya bersyukur ada penyaluran migor curah, meski pembelian maksimal dibatasi 20 kg.

“Ya semoga bisa sering ada subsidi minyak goreng curah ini. Sebelumnya saya daftar dulu untuk pengajuan pembelian migor curah di posko. Nanti dapat kupon gitu,” terangnya. (dev/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya