alexametrics

Tempat Relokasi Sepi, Warga Bangun Lapak di Depan Pasar Weleri yang Terbakar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Puluhan pedagang relokasi nekat membangun lapak di depan Pasar Weleri yang terbakar. Sebab, lokasi relokasi di Terminal Bahurekso lokasinya jauh dan sepi pembeli.

Para pedagang membangun lapak seadanya sejak Sabtu (2/4).  Pembangunan lapak belum mendapatkan izin dari pemerintah daerah. Pemkab juga sudah menempel spanduk di pagar. Bertuliskan larangan masuk maupun memanfaatkan tempat yang sudah ditutup pagar untuk berjualan. “Mau bagaimana lagi, kalau di relokasi sepi. Jadi pedagang nekat berjualan lagi di depan Pasar Weleri,” aku pedagang sayur Suparmi, 55, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia bersama dengan pedagang lain memilih untuk berjualan di depan pasar lama. Akses transportasi mudah dan lebih ramai. Baru tiga jam berjualan sayur dagangan sudah ludes. “Kalau di relokasi Pasar Weleri biasanya sampai siang. Itupun kadang tidak habis terjual,” akunya.

Baca juga:  Semua Desa di Kendal Sediakan Isolasi Terpusat

Hal serupa diakui Aprilia, 39. Lokasi relokasi pasar Weleri benar-benar sepi sejak pindah Januari lalu. Akhirnya ia memilih nekat berjualan di depan pasar Weleri yang terbakar.

“Kalau urusan perut mau bagaimana lagi. Tetap harus cari cara bisa dagangan laku dan bisa mencukupi kebutuhan hidup,” akunya.

Ketua  Aliansi Pedagang Pasar Weleri Muhammad Zamzuri mengatakan, para pedagang sudah minta diizinkan untuk berjualan di  pinggir jalan. Ia memohon kepada  bupati  agar mendengarkan aspirasi para pedagang.

“Apalagi saat ini menjelang lebaran, karena selama tiga bulan menempati di pasar relokasi hampir setiap hari selalu sepi pembeli,” ujarnya.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpolkar PP Kendal Seto Ariyono mengatakan, tim gabungan Satpol PP hanya melakukan pemantauan dan berjaga-jaga di tempat pedagang berjualan.

Baca juga:  Temukan Telinga Siswa Bermasalah

Para pedagang yang berjualan di area pasar Weleri tidak ada izin dari pemerintah daerah baik Bupati maupun Sekda Kendal. “Kami hanya melakukan pemantauan dan belum bertindak apapun sebelum ada perintah penertiban,” tegasnya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya