alexametrics

Keluhkan Tempat Relokasi, Pedagang Eks Pasar Weleri 1 Pilih Berjualan di Pasar Longopan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal menertibkan para pedagang eks Pasar Weleri 1 yang berjualan di Pasar Longopan Kamis (31/3) pagi. Itu karena banyak masyarakat mengeluh lantaran para pedagang berjualan di bahu jalan.

Ramainya pedagang eks Pasar Weleri 1 di Pasar Longopan membuat area jalan Nawangsari, Weleri sering macet. Dari data pihak Kecamatan Weleri, hanya terdapat 100 pedagang asli di Pasar Longopan. Adapun pedagang eks Pasar Weleri 1 yang berjualan di Pasar Longopan sekitar 300-an pedagang.

“Aslinya pedagang eks Pasar Weleri 1 yang berjualan di bahu jalan itu mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban masyarakat. Penertiban ini untuk mengembalikan para pedagang ke Relokasi Pasar Weleri di Terminal Bahurekso,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal Ferinando Rad Bonay kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Penanganan Pendangkalan Dermaga Pelabuhan Kendal Lamban

Feri menjelaskan, pemkab Kendal melalui Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Weleri melakukan penertiban pedagang ini selama satu bulan. Itu karena para pedagang eks Pasar Weleri 1 ini sudah difasilitasi lapak dagang di Relokasi Pasar Weleri. Kendati begitu, banyak pedagang yang enggan pindah. Dengan alasan pasar relokasi sepi pembeli.
“Penertiban ini nantinya sampai selesai syawalan. Ini atas perintah Bupati melalui pak Sekda,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kendal Subarso mengatakan, penertiban tersebut menyasar pedagang eks Pasar Weleri 1 yang berjualan di bahu jalan. Terlebih di jalan Nawangsari, Weleri itu terdapat perlintasan kereta api yang bisa membahayakan pedagang dan pembeli. Adapun penertiban ini dilakukan secara humanis.

Baca juga:  Nekat Beroperasi, 25 PK Gambilangu Diciduk

“Biar pedagang asli saja yang berjualan di Pasar Longopan ini. Yang pedagang eks Pasar Weleri 1 kami kembalikan ke pasar relokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah,” katanya.

Subarso melanjutkan, setiap hari pihaknya melakukan patroli di area Pasar Longopan. Meski begitu, tetap saja banyak pedagang yang ngeyel dan tidak mau pindah.

“Mestinya kalau sudah ditertibkan di tempat aman, jangan kembali lagi ke pinggir jalan begini. Karena menganggu dan membahayakan juga,” jelasnya.

Jamiah, 55, salah satu pedagang eks Pasar Weleri 1 mengaku, dirinya tidak mendapat pelanggan saat berjualan di Relokasi Pasar Weleri. Bahkan, dia juga kesulitan mendapatkan transportasi ketika akan pulang ke rumahnya di Dusun Sinom, Karanganom, Weleri.

Baca juga:  Menjaga Toleransi dengan Spirit Natal

“Ya rumah saya jauh. Seminggu di relokasi pasar sana gak dapat pelanggan. Saya sampai nangis pas mau pulang sudah gak ada bisa,” keluhnya.

Dalam penertiban ini, Jamiah langsung mengemasi dagangannya. Kendati sudah terlanjur sampai di Pasar Longopan pihaknya akan menjual dagangannya dengan berjalan keliling.
Wis kadung tekan kene mba. Timbang ning relokasi adoh. Tak kelilingke mawon,” ujarnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya