alexametrics

Bisnis Ekspor KIK Diperdiksi Capai Rp 757 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Kendal (KIK). Tujuannya untuk melihat perkembangan Special Economic Zone (SEZ) atau Kawasan Ekonomi Khusus di Kaliwungu.

Direktur PT KIK, Stenly Ang mengatakan, peningkatan bisnis ekspor di KIK setiap tahun terus mengalami peningkatan. Di 2021 ekspor mencapai 23,000,500 USD atau sebesar Rp 352,5 miliar. “Bahkan diprediksi, sampai akhir tahun 2022 ini bisa mencapai 50,500,000 USD atau Rp 757,5 miliar.

Peningkatan tersebut seiring dengan pertumbuhan dan banyaknya perusahaan yang berdiri di KIK. Saat ini enam perusahaan penyewa KIK sudah beroperasi. Yakni PT Eclat textile Indonesia, PT MasterkidZ Indonesia, PT Kendal Eco Forindo, PT Roda Maju Bahaigia, PT Sasakura Indonesia, PT D&V Internasional Makmur.

Baca juga:  10.638 KPM di Kendal Terima Bansos

Minister for National Development Singapore atau Menteri Pembangunan Singapura, Desmond Lee mengaku kagum dengan perkembangan KIK. Meski baru pertama kali datang namun Desmond Lee merasakan KIK akan menjadi besar, karena semua sistem sudah berjalan dengan baik. Infrastruktur jalan dan tata ruang pabrik tampak sudah rapi dan terprogram.

“Dalam kurun waktu lima tahun sejak KIK diresmikan dengan kehadiran dua pemimpin kedua negara kita, Presiden Jokowi dari Indonesia dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dari Singapura, perkembangnya sangat pesat,” ujar Lee.

Lee mengatakan, enam tahun berlalu, telah membuat kemajuan yang mengesankan. Pemaparan dari PT KIK, mereka berbagi tentang dukungan yang mereka berikan kepada perusahaan yang berinvestasi di KIK.

Baca juga:  Keluarga Temukan Kejanggalan, Makam Nur Haniyatun Dibongkar

“Kuncinya bukan hanya menciptakan lingkungan investasi, tapi juga memberikan banyak kesempatan untuk peluang kerja dan pekerjaan. Itu sesuatu yang spesial dari KIK,” terangnya.

Di KIK masyarakat berkesempatan untuk mempelajari keterampilan yang langsung relevan dalam bisnis, baik bisnis Indonesia, Singapura dan investor asing lainnya.  Masyarakat Kendal akan diberikan pelatihan dan ketrampilan khusus dengan difasilitasi Pemerintah Singapura.

Dirinya juga berharap agar hubungan seperti itu antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat Kendal dan Jawa Tengah merupakan hubungan saling menguntungkan.

“Kami bangga bisa mintra dan sahabat masyarajat Kabupaten Kendal apalagi dengan keramahan Bupati Kendal Pak Dico akan mempererat tali persahabatan dan bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Kendal Dico Ganinduto mengatakan, saat ini akan ada 11.000 warga masyarakat yang akan dilatih guna memenuhi kriteria-kriteria untuk dapat menjadi karyawan di beberapa perusahaan di KIK.

Baca juga:  16 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana, Ini Daftarnya

“Kami akan merekrut 11 ribu pekerja terlatih bekerja sama dengan pemerintah pusat atau kementerian dan juga kementerian di Singapura, untuk menciptakan tenaga kerja yang handal,” ujar Dico. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya