alexametrics

Sepi, Pedagang Relokasi Pasar Weleri Wadul Dewan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah pedagang relokasi Pasar Weleri mengadu ke DPRD Kendal. Mereka mengeluhkan kondisi pasar yang ditempati sejak awal tahun semakin sepi. Bahkan, dari sekitar 150 pedagang hanya tinggal 70 orang yang bertahan.

“Jika kondisi pasar terus sepi, saya tidak kuat bertahan,” kata seorang pedagang Ahmad Zamzuri saat mengadu ke DPRD Kendal.

Ia mengakui sejak pindah Januari 2022, kondisi relokasi Pasar Weleri tak kunjung ramai. Sekarang dari 150 pedagang tersisa 70 orang. Sebagian memilih berjualan di rumah, di tempat lain, dan ada yang menutup toko. “Pendapatan kecil, dan banyak yang rugi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga saja tidak cukup,” tegasnya.

Baca juga:  Saatnya Kendal Bangkit dari Pandemi

Pedagang meminta izin pemerintah daerah melalui DPRD Kendal untuk menempati kembali eks Pasar Weleri yang terbakar. Mereka beralasan, di sana lebih strategis. Sudah 93 persen surat pernyataan persetujuan pedagang untuk pindah ke lokasi tersebut. “Jika dipaksakan bertahan di pasar relokasi pedagang bisa bangkrut,” tambahnya.

Ketua Komisi B DPRD Kendal Dian Alfath Muchammad mengaku bakal berdiskusi dengan pemerintah daerah. Terkait izin kembali menempati halaman eks pasar Weleri dan kejelasan pembangunan pasar induk. Pihaknya berjanji akan terus menjembatani pedagang.

“Kami akan berkomunikasikan dengan pemerintah daerah agar mendapat solusi terbaik bagi para pedagang. Jadi mereka bisa berjualan dan mencari nafkah untuk keluarga,” katanya. (dev/fth) 

Baca juga:  Perluas Akses UMKM melalui Pasar Murah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya