alexametrics

Awalnya ‘Dipaksa’ Orang Tua, Kini Koleksi 18 Medali

Rizkiana Putri Salsabila dan Iqlima Inggil Jati Putri, Atlet Taekwondo SMA Negeri 1 Sukorejo, Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kabupaten Kendal memiliki banyak bibit atlet berprestasi dalam cabang olahraga beladiri. Dua di antaranya adalah siswi SMA Negeri 1 Sukorejo, Rizkiana Putri Salsabila dan Iqlima Inggil Jati Putri. Keduanya kerap memborong medali dalam berbagai kejuaraan taekwondo di Jawa Tengah.

Usia Rizkiana Putri Salsabila dan Iqlima Inggil Jati Putri terbilang masih muda. Rizkiana berusia 17 tahun, sedangkan Iqlima masih 15 tahun. Namun keduanya mempunyai segudang prestasi di cabang olahraga taekwondo.

Dua siswi SMAN 1 Sukorejo ini juga telah menyandang sabuk hitam. Bahkan pada Februari lalu, keduanya berhasil menjuarai ajang taekwondo pelajar kategori junior se-Kabupaten Kendal.

Alhamdulillah, kemarin saya juara satu under 52 kg putri, dan Iqlima juara dua kategori Poomsae individual putri,” ungkap Rizkiana Putri saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/3).

Baca juga:  Pangkas Layanan Ribet dan Kurangi Seremonial

Rizkiana mengaku, keikutsertaannya dalam dunia taekwondo lantaran keterpaksaan dan kemauan orang tuanya. Apalagi dia adalah anak perempuan satu-satunya. Sehingga orang tuanya menganggap perlu bekal ilmu bela diri untuk melindungi dirinya.

Waktu itu, Rizkiana baru berusia 11 tahun. Awalnya mengikuti pertandingan, dia tidak pernah juara. Bahkan sempat minder. Namun dia terus berlatih hingga berhasil mendapat delapan medali emas.

“Saya kalau bertanding ikut kategori kyorugi juga. Di kategori itu dapat 18 medali. Pernah ikut ajang Kapolri Cup 2019, Popda, dan ajang seleksi atlet taekwondo,” kata siswi kelas 11 ini.

Sementara itu, Iqlima, siswi kelas 10 ini sudah memborong 17 medali dari berbagai kejuaraan taekwondo. Dia mengaku, kesulitan yang dihadapi, yakni sewaktu latihan. Adapun kategori lomba yang sering diikuti adalah Poomsae.

Yaitu, kejuaraan yang mempertandingkan rangkaian jurus serangan dan gerakan-gerakan kombinasi dalam taekwondo. Dari kategori tersebut, Iqlima pernah mengikuti pertandingan di beberapa daerah. Seperti Jakarta, Magelang, Jogja, Salatiga, dan beberapa kota di Jawa Tengah.

Baca juga:  Mulai Tertibkan Lapak Pedagang Liar di Pasar Darurat Weleri

“Yang paling penting dalam taekwondo itu latihan fisiknya. Apalagi kalau pas lomba, latihan fisik dan teknik harus digenjot terus,” ujar siswi kelas 10 ini.

Selain itu, Iqlima juga membagikan tips agar memperoleh fisik kuat menuju pertandingan. Biasanya, dia tidak makan gorengan dan tidak minum es. Kedua hal itu harus jauh-jauh hari dihindarinya. Itu dilakukan agar fisiknya bersih dan kuat saat pertandingan.

“Biar gak sakit juga. Kalau hal itu dilanggar pas pertandingan biasanya ada kendala,” ujar putri pasangan Karyadi dan Dian Utami Dewi ini.

Iqlima juga menceritakan, setiap harinya dia selalu latihan di Macan Gunung Taekwondo Sukorejo. Kendati begitu, dia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa.

Baca juga:  Forpek Gelar Simulasi Resepsi Pernikahan

“Kalau di tempat latihan ya fokus latihan. Kalau di sekolah ya fokus belajar. Capek sih ada, tapi ini sudah risiko. Sekarang saya senang menjalaninya karena dapat banyak pengalaman dan pembelajaran dari taekwondo,” ceritanya.

Saat ini, Rizkiana dan Iqlima sedang fokus latihan untuk mengikuti seleksi Pra Porprov Jateng 2022. Keduanya berharap bisa lolos dan mendapat medali emas.

“Semoga bisa juara dan masuk ke tingkat nasional. Prinsipnya sekarang harus rajin berlatih dan belajar lebih giat. Supaya bisa jadi atlet profesional dan membawa harum nama Kendal ke tingkat internasional juga,” harap keduanya. (dev/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya