alexametrics

Pupuk Subsidi Terserap 80 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Tingkat penyerapan pupuk bersubsidi di Kendal tidak berjalan maksimal. Setiap tahun hanya mampu terserap 80 persen.

Saat ini ada empat jenis pupuk bersubsidi. Yaitu pupuk urea, phonska, ZA, dan SP-36. Data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal mencatat  alokasi pupuk bersubsidi mencapai 45 ton di tahun 2022.

Rinciannya pupuk urea 24,9 ton, ZA 3,8 ton, phonska 13,8 ton, dan SP-36 2,2 ton. “Setiap tahun rata-rata masih ada 20 persen pupuk bersubsidi yang tidak terserap,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal H Tardi.

Ia menambahkan, banyak faktor penyebab tidak terserapnya pupuk bersubsidi 100 persen. Mulai dari kartu tani hilang, rusak, dan ada pemilik kartu tani masih menanggung kredit di bank. “Jika masih ada tanggungan, otomatis saldo di kartu langsung kosong dan tidak bisa mengambil jatah pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Baca juga:  Satu Korban Helikopter Jatuh Meninggal di Perjalanan Menuju Rumah Sakit

Plt Kepala DPP Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengakui sudah memberikan alokasi pupuk bersubsidi sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan setiap tahun. Tetapi, pemerintah tidak memberikan 100 persen dari RDKK tersebut. “Jatah kuota yang diberikan biasanya sekitar 80 persen dari RDKK yang diajukan,” katanya.

Pandu membeberkan, jika tahun berikutnya  masih ada pupuk bersubsidi tidak terserap maka jatah menjadi berkurang. Karena pemerintah menganggap pupuk bersubsidi yang diberikan melebihi kebutuhan petani. “Jadi pupuk bersubsidi tahun berikutnya bakal dikurangi,” tambahnya. (dev/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya