alexametrics

Kepatuhan Membayar Pajak di Kendal Masih Rendah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kepatuhan membayar dan melaporkan pajak di Kendal masih rendah. Yakni di bawah 50 persen. Untuk itu, ASN di lingkungan Kabupaten Kendal wajib menunjukkan bukti lunas pajak saat hendak bertemu Bupati Kendal.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelaporan dan pelunasan pajak khususnya di lingkungan ASN Kabupaten Kendal. Mengingat presentase kepatuhan membayar pajak bagi ASN masih tergolong rendah. Yakni sekitar 24 persen.

“Untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, jika ingin bertemu saya wajib menunjukkan bukti pelunasan pajak lewat e-filing dulu. Dan pelaporan pajak ini sangat penting karena saat ini APBD bergantung pada pajak serta keberlangsungannya dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” jelas Bupati Kendal Dico M. Ganinduto di Pendopo Tumenggung Bahurekso Senin (14/3).

Baca juga:  Pastikan Administrasi Disdikbud Tetap Berjalan

Selama 2021, penerimaan sektor pajak di Kabupaten Kendal mencapai Rp 216 miliar. Penerimaan pajak tersebut kebanyakan dari administrasi pemerintahan dan perdagangan.

“Saya berharap Kabupaten Kendal bisa berkontribusi dalam penguatan APBN. Sehingga apa yang sudah ditargetkan bisa berjalan dengan maksimal,” harap Dico.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang Artiek Purnawestri mengatakan, peranan dana TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) di Kabupaten Kendal dinilai sangat dominan. Yakni selama 2021 sebanyak Rp 1,700 triliun atau sekitar 77 persen dari total APBD.

“Masih ada sektor yang bisa memberikan pajak tapi belum tergarap. Karena itu perlu dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk meningkatkan pendapatan pajak ini,” terangnya.

Baca juga:  Tunggakan Rp 600 M, Gandeng Kejari untuk Menagih

Meski begitu, Artiek mengapresiasi organisasi dan desa di Kendal yang dinilai patuh dalam pelaporan pajak. Di antaranya RSUD dr Soewondo Kendal, DPUPR Kendal, Badan Keuangan Kendal, Desa Ngadiwarno-Sukorejo, Desa Getas-Singorojo, dan Desa Wonodadi-Plantungan.

“Di Kendal ini banyak potensi yang bisa dikembangkan dalam hal perpajakan. Seperti pertanian dan peternakan. Sektor itu bisa menggenjot pendapatan pajak,” tandasnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya