alexametrics

Stok Gas LPG Menumpuk di Gudang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Kenaikan harga LPG nonsubsidi membuat permintaan pasar menurun. Stok LPG nonsubsidi pun menumpuk di gudang.
Pemerintah menaikkan harga LPG nonsubsidi per 27 Februari 2022 Di tingkat agen di Kabupaten Kendal harga bervariasi. LPG isi 5, 5 kg semula Rp 76 ribu menjadi Rp 88 ribu. Sementara LPG 12 kg dari Rp 163 ribu menjadi Rp 187 ribu.

“Karena harga naik banyak pelanggan menunda pesanan LPG nonsubsidi. Bahkan, sekarang barang menumpuk di gudang,” kata salah satu agen LPG PT Kerja Kendal Budi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, untuk LPG bersubsidi belum mendapat pengaruh dari naiknya harga LPG nonsubsidi. Saat ini permintaan cenderung masih normal. “Yang gas melon masih stabil. Belum ada permintaan lebih,” ujarnya.

Baca juga:  80,46 Persen Lulusan Polifurneka Langsung Terserap di 31 Industri Furnitur

Pemilik pangkalan LPG di Kendal Hadiyanto, 80 mengaku, banyak pelanggan mengurungkan membeli gas LPG nonsubsidi setelah harga naik lagi. Pangkalannya hanya menyetok 5 LPG isi 5,5 kg. Sebelumnya, harga LPG nonsubsidi di pangkalannya Rp 77 ribu. Kini harganya naik menjadi Rp 90 ribu. “Pelanggan mulai tidak membeli LPG non subsidi,” ujarnya.

Ia bahkan hanya berani menyetok 5 buah LPG nonsubsidi. Sebab, penjualan yang sulit karena harga yang cenderung mahal. “Stok di sini kadang tidak habis dalam satu bulan. Ya karena masyarakat enggan membeli,” tambahnya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya