alexametrics

Produk UMKM Warga Kendal Tembus Pasar Modern dan Mancanegara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Produk UMKM buatan Nur Wahidah, warga RT 4 RW 1 Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kendal berhasil masuk ke pasar modern. Selain itu, produk buatannya berupa makanan ringan juga sudah tembus ke mancanegara.

Produk UMKM miliknya berupa keripik pisang manis, keripik pisang gurih, kacang bawang dan keciput. Produknya berhasil masuk minimarket berkat dukungan Pemkab Kendal yang memfasilitasi pelatihan kewirausahaan. Produknya juga sudah memiliki PIRT dan sertifikasi halal.

“Sudah bisa tembus di 20 Indomaret di Kabupaten Kendal. Sementara memang masih ada keterbatasan tenaga dan modal,” kata Nur Wahidah.

Nur Wahidah mengaku menekuni usaha makanan ringan karena ingin membikin produk yang bisa dinikmati setiap hari. Berkat ketekunannya, produk makanan cemilan yang dibuatnya bisa dipasarkan di toko, warung dan pasar di dekat tempat tinggalnya. “Waktu itu ikut pelatihan di Pendopo Kabupaten bareng dengan 150 peserta lain. Yang lolos hanya 11 orang termasuk saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Salurkan KUR Pertanian Rp 26,5 Triliun Dalam Enam Bulan, Simak Strategi BRI 

Pelatihan kewirausahaan diselenggarakan Pemkab Kendal yang bekerja sama dengan PT Indomaret. Dari empat produk yang dipamerkan, ternyata makanan keciput terpilih masuk etalase Indomaret. Setelah itu  pihak indogrosir menghubunginya lagi dan minta sampel. Akhirnya tiga produk bisa masuk ke Indomaret.

“Dari situ saya ikut pelatihan membuat kemasan lebih bagus. Produk saya juga sudah terjual ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, jadi dijualkan saudara di sana,” akunya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan, sesuai visi misi Bupati adalah agar banyak produk UMKM Kendal bisa masuk pasar luar negeri.

Banyak program yang dilakukan untuk memajukan UMKM supaya semakin berkembang, di antaranya memfasilitasi supaya bisa masuk ke pasar modern dan pasar online. “Fasilitasi itu dilakukan karena targetnya agar produk UMKM Kendal bisa ekspor,” tambahnya. (dev/fth)

Baca juga:  Pemkab Kendal Dorong Digitalisasi Produk Perikanan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya