alexametrics

Guru Dituntut Kreatif dan Inovatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Di tengah perkembangan teknologi, semua dituntut serba cepat, kreatif dan inovatif. Termasuk dalam sistem pendidikan. Guru harus bisa menyesuaikan sistem pembelajaran di kelas dengan kebutuhan.

“Kami mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan untuk memajukan dan pengembangan guru. Termasuk workshop publikasi Ilmiah dengan Jawa Pos Radar Semarang ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi saat membuka Workshop Publikasi Ilmiah yang digelar Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kendal bersama Jawa Pos Radar Semarang.

Seorang guru harus bisa memunculkan sekolah penggerak, humanis dan inklusif. Sekarang manusia dihadapkan pada era yang serba berubah dengan cepat. Solusinya, jangan berhenti untuk belajar dan menerima hal-hal baru.

Baca juga:  Tradisi Santunan Anak Yatim Tarik Simpati Mirna

“Jangan terlambat belajar, sehingga nanti sistem pembelajaran di Kendal ini bisa tertinggal dengan lainnya,” tegasnya.

Mengutip catatan ahli strategi perang Sun Tzu  jika kamu mengenal musuhmu dan mengenal dirimu sendiri, maka tidak perlu khawatir meski ada 100 kali pertempuran perang. Jika kamu mengenal dirimu tapi tidak mengenal musuhmu, maka kamu akan menang satu kali dan kalah satu kali dalam peperangan.

Tapi jika kamu tidak mengenal dirimu dan musuhmu, maka habis. Filosofi itu harus dipegang guru. Untuk berhasil dalam pendidikan, guru harus mengenal diri sendiri dan murid-muridnya. Maka meski ada perubahan dan tantangan zaman  sebesar apapun, tidak perlu khawatir.

“Maka perencanaan pembelajaran harus dilakukan secara kolaboratif. Antara kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa serta masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Marak Parkir Liar, Pasar Relokasi Sepi

Ketua PGRI Kendal Supoyo mengatakan workshop dilakukan untuk pengembangan diri guru di Kendal. Sehingga ketika kemampuan diri naik, maka kesejahteraan guru ikut naik. Ia mencontohkan, kurikulum pendidikan di Indonesia terus berganti. Bahkan sudah 12 kali berganti. Pergantian tentu menuntut guru untuk terus melakukan pengembangan diri.

“Guru adalah kurikulum berjalan. Sebab guru menerapkan kurikulum dalam pembelajaran di sekolah,” tandasnya.

Ditambahkan, pendidikan akan maju jika guru bisa meracik pendidikan secara profesional. Jadi guru tidak hanya mengajar di kelas saja. tapi guru wajib melakukan pengembangan diri. “Guru aktif dan profesional,” tambahnya.

Workshop Publikasi Ilmiah diikuti 259 peserta. Dilakukan daring dan online. Dengan empat kali pertemuan, yakni 19, 21, 22, dan 26 Februari. Nantinya para guru akan diberikan tugas untuk menulis artikel ilmiah populer yang akan dimuat di Jawa Pos Radar Semarang.  (bud/fth)

Baca juga:  Kakak Adik di Kendal Kompak Jadi Pelaku Curanmor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya