alexametrics

Harga Pupuk Non Subsidi Meroket, Petani Kendal Puyeng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Melambungnya harga pupuk non subsidi membuat petani di Kabupaten Kendal kelimpungan. Pasalnya, dengan harga pupuk yang naik 100 persen membuat petani juga harus berpikir keras agar tetap bisa melalui masa tanam dengan normal. Ditambah kuota pupuk bersubsidi yang juga tak kunjung turun ke distributor.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, terkait naiknya pupuk non subsidi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Lantaran pupuk non subsidi tidak memiliki pengendalian harga. Itu membuat harga pupuk non subsidi tidak terjangkau oleh petani.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena harga pupuk non subsidi kan sesuai pasar bebas dan tidak ada patokan pembatas harganya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pandu menjelaskan, sebenarnya terdapat solusi bagi petani. Yakni dengan menggunakan pupuk organik. Bahkan pupuk organik bagus untuk perkembangan tanah. Namun hal itu bisa menyulitkan petani. Lantaran penggunaan pupuk organik memerlukan waktu lama untuk melihat hasilnya.

Baca juga:  Ratusan Pesepeda Rasakan Sensasi Back To Dahon

“Petani kan sekarang butuhnya yang instan. Jadi mereka lebih memilih pupuk kimia. Kalau yang organik butuh waktu lama untuj hasilnya,” jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tardi. Pihaknya sudah melakukan uji coba penggunaan pupuk organik. Yakni dengan menggunakan kotoran hewan di sawahnya.

Dia mengaku, pengelolaan tanah dan tanaman menggunakan pupuk dari kotoran hewan ini memerlukan kesabaran. Karena prosesnya yang tidak instan.

“Kalau pakai pupuk organik itu hasilnya bagus. Tapi butuh waktu lama. Sekarang pupuk non subsidi harganya melambung tinggi. Dan yang subsidi katanya kuotanya belum turun. Sekarang cuma bisa pasrah,” katanya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya