alexametrics

Masih Banyak Pedagang Belum Mau Pindah ke Relokasi Pasar Weleri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Banyaknya pedagang eks Pasar Weleri yang belum menempati Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso Kendal, membuat pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, memasang spanduk peringatan.

Spanduk tersebut utamanya ditujukan kepada para pedagang yang memiliki kartu kuning agar segera menampati los dan kios yang telah disediakan.

Spanduk imbauan tersebut bertuliskan “Pedagang Pasar Weleri I yang masih berjualan diluar Relokasi Terminal Bahurekso Kendal untuk segera pindah ke tempat relokasi paling lambat satu minggu setelah pemberitahuan ini”.

Spanduk tersebut rupanya telah dipasang pada Jumat sore (4/2) di area Pasar Desa Penyangkringkringan dan Pasar Longopan Weleri. Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menyikapi para pedagang yang masih berjualan di luar Pasar Relokasi Weleri di Terminal Bahurekso Kendal.

Baca juga:  Sayid Abu Bakar Lahirkan Tokoh-tokoh Besar Islam

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Ferinando Rad Bonay, telah memberikan imbauan kepada para pedagang yang belum menempati Pasar Relokasi Terminal Bahurekso untuk segera menempatinya. Namun hal itu tudak diindahkan oleh para pedagang.

“Kita bikin pasar relokasi itu untuk menampung pedagang yang menjadi korban kebakaran. Otomatis saat kita membuat ini ada istilahnya kartu kuning. Kartu kuning itu berlaku setahun dan untuk yang berjualan disini. Kalau dia gak berjualan disini ya tidak kami berikan kartu kuning,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lebih lanjut Feri menjelaskan, apabila dalam batas waktu yang ditentukan para pedagang yang memiliki kartu kuning tidak menempati Pasar Relokasi maka hak kios/los para pedagang akan diberikan kepada pedagang lain.

Baca juga:  Mirna Turun Langsung Beri Bantuan

Sedangkan para pedagang yang menempati pasar relokasi mendapatkan Kartu Ijin Menempati Kios (Kartu Kuning), dengan kartu tersebut nantinya dapat digunakan atau sebagai tanda apabila bangunan pasar baru selesai, hanya pemilik kartu kuning yang berhak menempati kembali kios pasar baru.

“Kalau dia jualan disini dia akan mendapatkan kartu kuning, kalau dia dirumah kita gak keluarkan kartu kuning. Kartu kuning itu izin menempati los. Makanya kartu kuning itu berlaku bagi orang yang jualan di pasar relokasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Weleri I Korban Kebakaran Suwarno mengatakan, telah menyampaikan kepada para pedagang korban kebakaran yang telah berjualan ditempat lain untuk segera pindah dan menempati pasar relokasi yang telah disediakan pemerintah. Namun pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan kelonggaran terkait batas waktu yang ditentukan.

Baca juga:  Ketahuan Bawa Pemudik, Bus Pariwisata Dipaksa Putar Balik

“Kami berharap semua pedagang nantinya pindah ke pasar relokasi terminal bahurekso tapi kami mohon kepada pemerintah batas waktunya jangan satu minggu,” ungkap Suwarno.

Edi, 43, salah satu pedagang Pasar Weleri mengaku, telah melihat spanduk yang di pasang tersebut. Dirinya juga mengaku jika belum pindah dalam berjualan. Namun pihaknya telah melakukan daftar ulang dan tengah melakukan renovasi di pasar relokasi yang akan ia tempati.

“Saya sudah daftar ulang, dan sekarang tempatnya masih kami perbaiki dulu agar bisa untuk berjualan,” ujarnya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya