alexametrics

Tak Punya Kartu Kuning, Sejumlah Pedagang Pilih Jualan di Lapangan Gelora Weleri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Para pedagang sayur dan buah siang eks Pasar Weleri yang tidak memiliki kartu kuning memilih berjualan di depan lapangan sepakbola Gelora Weleri.

Sejumlah pedagang sayur dan buah siang hari eks pasar Weleri dari berbagai daerah mencoba mengadu nasib di tempat baru tersebut. Mereka beralasan, selama ini tidak memiliki tempat resmi untuk berjualan.

“Kami jualan di sini karena tidak memiliki kartu kuning sebagai tanda pedagang di pasar reokasi Weleri yang dikeluarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal,” ungkap Irwan, salah satu pedagang asal Wonosobo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Irwan menjelaskan, dia dan teman-temannya hanya boleh berjualan di pasar relokasi sejak jam 16.00 WIB. Padahal, pada jam tersebut sudah sepi pembeli.”Kalau jualan mulai jam 4 atau 5 sore ya sudah gak ada pembeli,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Mirna Sinau Bareng Cak Nun

Hal senada juga diungkapkan Komarudin, pedagang lainnya. Dia ingin keberadaan pedagang yang tidak memiliki kartu kuning bisa dilegalkan pemerintah.

“Ya kalau bisa kami juga bisa mengurus surat atau kartu kuning seperti pedagang lainnya. Sehinggga keberadaan kami legal atau resmi sebagai pedagang di relokasi Bahurekso,” ujarnya.

Komarudin menjelaskan, jika dia dan teman-temannya sering dikatai oleh pedagang yang memiliki kartu kuning. “Mereka sering mengatai kami, posisi kami dan legalitas kami berjualan di pasar relokasi itu apa. Rasanya kami seperti diusir,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengelola Pasar Gelora Weleri Arif Setiawan menjelaskan, adanya pasar di depan Lapangan Gelora ini dalam rangka menampung para pedagang siang yang tidak diperbolehkan berjualan di relokasi pasar di Terminal Bahurekso. Pihaknya mengaku hanya bermaksud untuk memfasilitasi para pedagang sayur dan buah siang hari.

Baca juga:  Sepi, Pedagang Relokasi Pasar Weleri Wadul Dewan

“Posisi kami hanya memfasilitasi para pedagang jualan sayur dan buah yang biasa berjualan siang tapi tidak boleh berjualan mulai jam dua siang. Karena para pedagang pagi masih berjualan di sana,” terangnya.

Saat ini, tercatat ada 23 pedagang yang berjualan di depan Lapangan Gelora. Pihaknya juga siap jika sewaktu-waktu pemerintah mengenakan tarif retribusi.”Namun untuk sementara para pedagang belum kami kenakan biaya sepeser pun,” katanya. (dev/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya