alexametrics

Oknum Bank Syariah di Kendal Tipu 11 Calhaj, Ini Modusnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Sebanyak 11 jamaah calon haji (calhaj) di Kendal menjadi korban penipuan yang dilakukan oknum salah satu petugas bank syariah di Kendal. Modusnya, pelaku menjanjikan percepatan pemberangkatan haji dengan masa tunggu waktu selama tiga tahun.

Ke-11 jamaah calon haji tersebut berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arofah Kaliwungu. Total kerugian yang dialami oleh para korban mencapai Rp 163 juta.

Ketua KBIH Arofah Mustamsikin mengatakan, ada oknum petugas sebuah bank syariah yang mendatangi jamaahnya. Modusnya, mengiming-imingi jamaah dengan program percepatan haji yang dilakukan oleh pemerintah.

“Di mana calon jamaah yang sudah mendaftar dan sudah mendapatkan porsi keberangkatan bisa berangkat cepat. Padahal sedianya, masa tunggu pemberangkatan haji untuk Indonesia ini sampai dengan 30 tahun,” kata Mustamsikin.

Disebutkan, syarat percepataan berangkat haji itu, yakni jamaah cukup melunasi pembayaran haji sebesar Rp 36 juta. Sementara jamaah calhaj rata-rata yang sudah mendapatkan porsi adalah mereka yang sudah setor bank sebesar Rp 25 juta. Sehingga ada kekurangan sebesar Rp 11 juta.

Baca juga:  Bupati Kendal Kukuhkan Satgas Antinarkoba Ponpes

“Ada delapan orang jamaah kami yang menyetorkan masing-masing Rp 11 juta karena tergiur ingin berangkat,” akunya.

Sedangkan tiga orang lainnya adalah yang baru mendaftar. Sehingga masing-masing harus mendaftar sebesar Rp 25 juta. “Jadi, total uang yang disetor ke petugas maupun bank sebesar Rp 75 juta. Jika ditambahkan Rp 88 juta, total menjadi Rp 163 juta  kerugian yang dialami jamaah kami,” jelasnya.

Saat menyetor uang tersebut, para jamaah calhaj mendapatkan slip setoran dan buku tabungan yang tertera total tabungan Rp 36 juta.  Tapi belakangan setelah dicek, ternyata buku tabungan kosong alias bodong. “Jadi, uang yang sudah disetor tidak masuk rekening tabungan jamaah,” tandasnya.

Baca juga:  Kurangi Kecanduan Gawai, Gelar Lomba Mewarnai Anak

Pihaknya sudah memanggil pihak bank syariah tersebut untuk meminta kejelasan. Sebab, hal tersebut sudah di luar kewenangan dan tanggung jawab KBIH. “Tapi karena itu jamaah KBIH Arofah, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menyelesaikannya,” paparnya.

Mustamsikin meminta kepada pihak bank syariah untuk segera mengembalikan uang kerugian yang dialami jamaahnya. “Kami tidak ada urusan pidana yang saat ini ditempuh oleh pihak perbankan kepada aparat penegak hukum (APH),” tandasnya.

Salah satu jamaah calhaj Muzammil, warga Sarirejo mengaku, jika ia dan istrinya telah menjadi korban dengan kerugian sebesar Rp 22,4 juta. “Kami per orang diwajibkan menyetor Rp 11,2 juta,” katanya.

Ia hanya bisa berharap, pihak bank syariah mau bertanggung jawab untuk mengembalikan. “Sebab, setoran yang tertulis di buku tabungan, tapi ternyata di rekening saya kosong. Tidak ada isinya,” akunya.

Baca juga:  Kejar Target, Dinkes Kendal Gelar Safari Vaksin

Muzammil mengatakan, jika saat itu pihaknya didatangi oleh orang yang mengaku petugas bank syariah untuk mendata jamaah calon haji yang usianya 60 tahun. Tujuannya untuk mendapatkan prioritas pemberangkatan haji lebih cepat, yakni masa tunggu hanya selama tiga tahun.

“Saya percaya, akhirnya saya jual sebidang tanah untuk menutup biaya haji sebesar Rp 36 juta. Tapi, ternyata uangnya malah dibawa kabur. Saya dan istri hanya bisa pasrah,” katanya.

Saat dikonfirmasi ke Kasi Haji Kemenag Kendal Nur Qoidah mengaku, pihaknya membenarkan telah mendapat laporan adanya penipuan tersebut. Tapi, pihaknya tidak berwenang untuk memberikan statemen ke media massa.

“Biar nanti pak kepala Kantor Kemenag Kendal saja yang memberikan statement. Silakan besok datang ke kantor,”  ujarnya. (bud/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya