alexametrics

Menunggak Rp 31 M, 33 Aset Disita

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sebanyak 33 bidang tanah beserta bangunan aset milik PT Group Texmaco, Kaliwungu disita Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) petugas melakukan pemasangan plang tanda disitanya aset jaminan group Texmaco oleh Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban.

Aset yang dijaminkan berjumlah 35 bidang seluas 691.204 meter persegi. Terletak di beberapa titik wilayah Desa Nolokerto dan Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu. Sementara 33 bidang di antaranya dilakukan penyitaan dan sisanya masih ditempati PT Asia Pacific Fibers (APF) Tbk.

“Penyitaan aset jaminan ini dilakukan karena penanggung hutang grup Texmaco tidak memenuhi kewajiban kepada negara,” kata Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban.

Ia menambahkan, PT APF sudah berkoordinasi dengan pemerintah. Selanjutnya akan dilakukan uraian tentang bangunan perusahaan yang berada di atas lahan jaminan. Sebab, belum diketahui pasti nilai total aset jaminan grup Texmaco.

Baca juga:  13 Stan di Mal Pelayanan Publik Kendal Kosong, Banyak Warga Kecele

Angka taksiran nilai aset akan dilakukan setelah dilakukan penyitaan, bersamaan dengan lima titik lokasi lainnya di beberapa kabupaten/kota. “Kewajiban grup Texmaco membayar hutang negara sebesar Rp 31,3 triliun atau 3,9 miliar dolar,” tambahnya.

Satgas BLBI menyita barang jaminan atau harta kekayaan lain milik penanggung hutang grup Texmaco. Dari 35 bidang lahan dan bangunan, 23 bidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atas lahan kawasan PT Asia Pacific Fibers Tbk seluas 328.513 meter persegi di Desa Nolokerto dan Sumberejo, Kaliwungu.

Dua bidang tanah berikut bangunan di kawasan Pt Texmaco Taman Synthetic Kaliwungu seluas 70.470 meter persegi. Sembilan bidang tanah berikut bangunan di kawasan Pt Texmaco Perkasa Engineering Kaliwungu, dan sebidang tanah di Desa Nolokerto seluas 112.499 meter persegi.

Baca juga:  Klaster Setda Kendal, Delapan ASN Positif Covid-19

“Penyitaan ini bagian dari upaya pemerintah untuk meminta hak dan tidak melebihkan,” tegasnya.

Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Cahyo Rahadian Muzhar menambahkan, rangkaian kegiatan konkrit Satgas BLBI merupakan amanah presiden dengan pengarah MenkoPolHuKam, dan para menteri.

Hal ini menunjukkan pemerintah serius menyelesaikan permasalahan, setelah berpuluh-puluh tahun negara harus mengalah kepada obligor dan debitur.

“Kami menghimbau obligor dan debitur untuk datang dan duduk bersama dalam rangka menyelesaikan hutang-hutangnya,” tambahnya.

Penyitaan aset jaminan grup Texmaco juga dilakukan di 5 kabupaten/kota serentak. Yakni Kota Tangerang, Kabupaten Karawang, Kota Semarang, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Total ada 6 kabupaten/kota dengan jumlah 159 bidang tanah seluas 1.934.246 meter persegi.

Baca juga:  Cabup Dico: Sampah Bisa Jadi PAD Kendal

Sebelumnya, Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI juga melakukan penyitaan 587 bidang tanah seluas 4,7 juta meter persegi aset grup Texmaco pertama pada 23 Desember 2021 lalu. Penyitaan dilakukan di 5 kabupaten/kota di Subang, Sukabumi, Pekalongan, Kota Batu dan Padang.

Selanjutnya akan dilanjutkan proses pengurusan melalui mekanisme PUPN. Dilakukan penjualan secara terbuka (lelang) dan/atau penyelesaian lainnya. Satgas terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya. Seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset debitur/obligor yang selama ini telah menikmati dana BLBI. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya