alexametrics

Pedagang Khawatir Tergilas Minyak Goreng Pasar Ritel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter pada Rabu (19/1) lalu, namun berdasar pantauan, harga minyak goreng di pasar tradisional wilayah Kendal masih tinggi. Masih ada yang menjual Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.

Salah satu pedagang di Pasar Cepiring, Siti Fatimah, 41, mengaku, stok minyak goreng ukuran satu liter miliknya sudah habis. Bahkan hampir seminggu ini lapaknya tidak didatangi sales minyak goreng.

“Tinggal ukuran setengah liter sama minyak gorang gelasan saja. Salesnya nggak ngirim ke sini lagi. Pas ditelepon katanya sudah nggak bisa ngirim untuk saat ini,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (20/1).

Baca juga:  Nasib 2.644 TPK di Kendal Belum Jelas

Ia merasa takut tergilas dengan pasar ritel modern, yang memiliki stok minyak goreng cukup berlimpah dengan harga Rp 14 ribu. Selain itu, penyaluran minyak goreng bersubsidi rupanya juga belum sampai di pasar tradisional.

“Ya sekarang bisanya menghabiskan stok yang ada. Di lapak lain malah udah nggak ada yang ukuran seliter,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, harga minyak goreng ukuran satu liter di Pasar Cepiring mencapai Rp 19 ribu, ukuran setengah liter Rp 10 ribu. Sedangkan ukuran gelas, berkisar antara Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu.

“Semoga minyak goreng bersubsidi juga menyasar ke pedagang pasar. Kalau nggak gitu ya saya bisa rugi karena nggak laku dagangannya,” ujarnya.

Baca juga:  Tak Mudik, Dico dan Chacha Memilih Berkuda

Hal senada juga disampaikan Ulfa, 47, salah satu penjual sembako di Pasar Kangkung, Kendal. Dia menjelaskan, harga minyak goreng ukuran satu liter masih berkisar Rp 20 ribu. Ulfa juga belum bisa menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu.

“Kalau dijual segitu malah saya rugi. Karena modal yang saya keuarkan jauh di atas harga itu,” tuturnya.

Ulfa menilai, kebijakan pemerintah dianggap dapat merugikan para pedagang pasar tradisional. Itu karena sebelumnya pedagang membeli minyak goreng dari para agen dengan harga lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini.

Para pedagang mengaku, sejak naiknya harga minyak goreng, omzet penjualan pedagang justru menurun.

Baca juga:  Kabar Baik, 160 Sekolah di Kendal Boleh Tatap Muka

“Sekarang cuma bisa mengurangi stok aja. Saya takut kalau harganya tinggi bikin pembeli sepi,” tandasnya. (dev/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya