alexametrics

Ombak Dua Meter, Nelayan Takut Melaut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah nelayan di Kabupaten Kendal memilih untuk tidak melaut. Sebab, angin kencang dan ombak tinggi membuat nelayan was-was ketika bekerja. Kondisi ini membuat nelayan mulai kerepotan karena tidak ada pemasukan.

Puluhan kapal tampak bersandar. Sejumlah memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kapal dan jala. Sebagian masih ada yang melaut. Tapi hasil tangkapan sangat minim dan tidak sebanding dengan penghasilan.

“Sudah dua pekan terakhir cuaca ekstrem, angin kencang dan ombak tinggi. Jadi takut untuk melaut,” kata seorang nelayan Bandengan Zainal, 48, saat ditemui ketika memperbaiki kapal miliknya.

Ia menambahkan, gelombang laut di perairan pantai utara Kendal mencapai 2 meter. Hal itu tentu membuat nelayan ketakutan, apalagi mereka yang menggunakan kapal kecil. Biasanya, kapal kecil berangkat pagi hari dan bisa menebar jaring antara 5 hingga 6 kali. “Jika nekat melaut ya hanya menjaring 3 kali. Itu pun hasil tangkapan minim,” tambahnya.

Baca juga:  Masih Banyak Hak Nelayan Tradisional yang Diabaikan

Zaenal mengaku dalam kondisi normal bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 1 juta sekali melaut. Tetapi saat ini, ia hanya bisa mengantongi sekitar Rp 400 ribu. Penghasilan yang didapatkan hanya hanya bisa untuk biaya operasional membeli solar dan perbekalan. “Ya memang hanya nutup buat operasional. Tapi paling tidak bisa untuk bertahan hidup,” tambahnya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya