alexametrics

Santri Harus Jadi Teladan Umat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Santri harus bisa berperan aktif dalam penanganan kasus dan dampak Covid-19 dengan teladan dan dakwah.

Dampak Covid-19 sangat kompleks. Terutama dalam hal kesehatan. Salah satunya kasus stunting dan penyakit berbahaya lain. Masalah stunting ini jika tidak bisa ditangani, maka akan terus bertambah.

“Sebab ibu hamil dan ibu menyusui tidak mau kontrol kesehatan ke bidan maupun puskesmas, karena mereka takut jika tertular Covid-19,” kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat melantik pengurus Santri Gayeng Nusantara tiga daerah. Kendal, Batang dan Kota Pekalongan.

Panglima SGN menambahkan, penyakit berbahaya lainnya adalah TBC. Sebab TBC harus dipantau dan pengobatan rutin tidak boleh putus. “Karena masa pandemi tidak mau periksa,” ujarnya.

Baca juga:  Ombak Dua Meter, Nelayan Takut Melaut

Santri yang tergabung dalam SGN harus memberikan contoh baik. Santri harus bisa menjelaskan kitab secara santun ke masyarakat.  “Rangkul pemerintahan dari tingkatan desa sampai kabupaten kota masing-masing,” tuturnya.

SGN dibentuk untuk kepentingan umat. Terutama perbaikan akhlak masyarakat. Yakni dengan memberikan kontribusi pemahaman pendidikan pesantren yang baik. “Sehingga masyarakat bisa memondokkan anak-anaknya,” tambahnya.

Ketua SGN Kendal, Nurul Anwar mengatakan SGN Kendal nantinya akan bergerak lebih kepada kegiatan sosial, bidang kesehatan dan pendidikan. “Kami akan lebih aktif dalam penanganan tanggap bencana. Artinya santri tidak cuma ngaji saja, tapi memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya. (bud/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya