alexametrics

Pasar Darurat Weleri Baru Terisi 10 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pedagang Pasar Weleri sudah dipindahkan ke pasar darurat sepekan. Tetapi masih banyak lapak los dan kios masih kosong. Dari 236 kios, 1570 los, serta 250 tempat untuk PKL baru terisi 10 persen.

Pasar darurat di Terminal Bahurekso Kecamatan Gemuh. Aktivitas transaksi jual-beli belum banyak. Sejumlah kios masih kosong. Sementara sejumlah pedagang masih menata barang dagangan masing-masing. Sementara sebagian membangun lapak kiosnya sendiri. Sebab, Pemerintah Kabupaten Kendal hanya menyediakan lahan. “Banyak lapak los dan kios kosong. Baru 10 persen yang terisi,” kata Staf UPTD Pasar Weleri 1 Ita kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (10/1) siang.

Ia menambahkan, pasar darurat beroperasi pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Pembeli sepi lantaran adanya pedagang di luar pasar. Selain itu, pedagang masih membangun lapaknya sehingga banyak yang menutup kios. “Kami hanya menyediakan lahan, jadi pedagang membangun lapak kios sendiri,” tambahnya.

Baca juga:  Selamatkan Pesisir Karangmalang Wetan, Tanam Ribuan Mangrove

Seorang pedagang sayur pasar darurat Tarmi mengaku sepekan sejak pindah sepi pembeli. Hanya ada tiga sampai lima orang setiap hari. Ini kondisi parah yang pernah dialami selama berdagang. “Ini parah sepi pembeli. Langganan saya juga berkurang,” akunya.

Hal serupa dialami Tanto pedagang pakaian. Pedagang pakaian di pasar darurat masih sedikit. Banyak yang masih fokus untuk membangun lapak dagangan.  Tetapi belum ada yang datang untuk beli pakaian.

Kebanyakan warga hanya belanja sayur dan kebutuhan dapur. “Mungkin karena baru seminggu jadi masih sangat sepi pembeli. Nanti kalau los dan kiosnya sudah terisi semua, pasti pasar ini bisa ramai,” tambahnya. (dev/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya