alexametrics

Pengusaha di Kendal Keluhkan Kenaikan Elpiji

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kenaikan harga gas elpiji non subsidi mendapat banyak keluhan dari pengusaha hotel, rumah makan dan kafe. Khususnya gas elpiji kapasitas 5,5 dan 12 kilogram.

Dua jenis gas elpiji tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 11 ribu dan Rp 26 ribu. Sehingga gas Elpiji kapasitas 5,5 kilogram dari Rp 70 ribu menjadi 81 ribu. Sedangkan kapasitas 12 kilogram menjadi 166 ribu dari sebelumnya Rp 150 ribu.

Sedangkan untuk gas elpiji melon atau subsidi tidak mengalami kenaikan. Tapi untuk pengusaha tidak diperkenankan memakai gas elpiji 3 kilogram. Pemakaian gas melon itu hanya untuk rumah tangga kategori warga kurang mampu.

Kenaikan harga gas elpiji non subsidi ini tidak hanya dikeluhkan para pengusaha saja. Melainkan juga pangkalan dan pengecer. Sebab tingkat konsumsi menjadi menurun. Mereka juga harus menyesuaikan harga agar tidak merugi.

Baca juga:  Pembangunan Perumahan Komunitas di Kendal Capai 60 Persen

“Kenaikan sudah terjadi 25 Desember lalu. Dua pekan ini sepi pembeli. Terutama rumah tangga yang awalnya memakai gas elpiji non subsidi, mereka tidak beli,” kata Wahyudi, Agen gas elpiji non subsidi, Kaliwungu.

Agen Gas Elpiji Pertamina, PT Kerja, Budi mengatakan permintaan gas non subsidi mengalami penurunan. “Awal-awal sepi, tapi sekarang sudah kembali normal,” akunya.

Aditya Wibawa, CEO Kafe Gantuman, Kecamatan Patebon dengan adanya kenaikan gas elpji membuatnya keuntungannya berkurang. “Sementara kami tidak bisa menaikkan harga. Karena beresiko kehilangan pelanggan dan pembeli,” tuturnya.

Aditya mengaku, kenaikan Gas Elpiji non subdsidi mengakibatkan keuntungannya berkurang 50 persen. “Misalkan per porsi untung Rp 1.000, sekarang tinggal Rp 500,” tandasnya.

Baca juga:  Sembilan Jabatan Terisi, Kadinkes Masih Kosong

Ia meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang kenaikan gas elpiji non subsidi. Terlebih sekarang masih masa pandemi Covid-19. Sebab kafe maupun rumah makan masih sepi pembeli.

“Ekonomi sedang mengalami penurunan di semua sektor. Kasihan warga dan para pengusaha. Sedangkan saat ini kami dikejutkan dengan kebijakan harga elpiji naik,” imbuhnya. (bud/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya