alexametrics

72 Kasus DBD, Satu Meninggal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kendal masih cukup tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal sepanjang 2021 ditemukan 72 kasus. Satu diantaranya meninggal.

Meski cukup tinggi, tapi mengalami penurunan yang signifikan dibanding 2020. Yakni mencapai 197 kasus. Tapi tidak ada pasien penderita DBD yang meninggal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kendal, Muhammad Toha mengatakan Menurunnya angka kasus DBD tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang semakin sadar dalam penerapan 3M. Yakni Menguras, Menutup dan Mengubur. “Kasus DBD tidak kenal musim. Jika biasanya terjadi pada musim penghujan, tahun 2021 itu lebih acak. Jadi inilah yang perlu diwaspadai masyarakat,” katanya, kemarin (7/1).

Baca juga:  Dico akan Kembalikan Marwah Persik Kendal

Hampir tiap bulan ada kasus DBD. Hal ini menunjukkan DBD tidak mengenal musim, Tapi kasus DBD lebih banyak pada musim peralihan dan musim hujan. Tahun 2020 puncak terjadi kasus DBD terjadi pada bulan April, namun tahun 2021 kondisi puncak justru terjadi di bulan Januari. Untuk mencegah DBD tidak dengan fogging, nanun dengan melakukan gerakan 3M. “Fogging sebenarnya tidak menyelesaikan masalah, karena fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan jentik nyamuk masih bisa berkembang,” tambahnya.

Kepala Puskesmas Kendal 2, Sri Syahadatain menjelaskan selama musim hujan kali ini di wilayahnya terdapat 1 kasus DBD. Yakni di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kota Kendal. Pencegahan agar tidak terjadi tambahan kasus Puskesmas Kendal 2 memberikan edukasi warga untuk bekerja bakti membersihkan sarang nyamuk. “Setelah ada kasus DBD kami langsung meminta warga untuk bekerja bakti membersihkan lingkungan agar tidak ada lagi Penambahan kasus. Kami bekerja sama dengan pihak kelurahan Ngilir dan serentak bergerak bersama,” akunya. (bud/fth)

Baca juga:  Penikam Fasiatul Dijerat Tiga Pasal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya