alexametrics

Penanganan Sampah Selesai di Desa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pemkab Kendal mulai serius untuk menangani permasalahan sampah. Hal itu diwujudkan dengan program sampah selesai di desa. Dengan menggandeng inovator pengelolaan sampah Muhammad Sobri dari Kabupaten Pati.

Muhammad Sobri mendukung upaya Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto dalam menangani sampah bisa selesai di tingkat desa. Ini akan menjadi solusi efektif untuk menyelesaikan permasalahan sampah.

“Kalau masalah teknologi pengelolaan sampah, saya kira sudah selesai. Artinya kita memiliki kemampuan hal itu. Tinggal sekarang ini yang harus dikonsolidasikan adalah menyamakan visi dan misi. Sehingga ada kesadaran bersama di semua desa untuk menangani masalah sampah,” katanya, kemarin.

Menyamakan visi dan misi ini menurutnya hal fundamental untuk memulai menangani masalah sampah. Sejauh mana dan seperti keinginan dalam mengatasi sampah. Sehingga penanganan sampah tidak berbasis proyek melainkan solusi.

Baca juga:  Recovery Ekonomi, Tingkatkan Kinerja OPD

Meskipun harus disesuaikan dengan anggaran, tapi tolok ukur keberhasilan penanganan sampah akan terukur. Selain itu, disesuaikan juga dengan kebutuhan desa. Sehingga nantinya tidak mangkrak.

“Anggaran kami tidak ikut campur. Karena kami hanya memberikan pendampingan dalam pengelolaan sampah. Kami siap memberikan garansi jika alat tidak berfungsi, kami ganti,” tandasnya.

Ia mengaku memiliki berbagai teknologi pengolahan sampah. Baik yang berbasis bioreaktor maupun pencacah sampah. Hasilnya bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan desa. Baik pupuk, energi listrik, gas, atau biji plastik dan lainnya.

“Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan desa. Misalkan untuk pertanian, maka bisa semua sampah diwujudkan dalam bentuk pupuk bisa mendukung pertanian desa setempat,” tambahnya.

Baca juga:  Kabar Baik, 160 Sekolah di Kendal Boleh Tatap Muka

Untuk teknologi diakuinya memang sudah ada. Tinggal bagaimana bisa mengemas dan merangkai sesuai kebutuhan. Dan tidak perlu dengan kecanggihan teknologi, melainkan pada kemandirian energi dan pupuk untuk kesejahteraan masyarakat. “Itulah yang penting,” tandasnya.

Kepala Desa Bulak Kecamatan Rowosari, Zaenal Alimin mengaku tahun ini siap membangun pengolahan sampah di tingkat desa secara modern. Nantinya sampah-sampah di desa akan menghasilkan energi berupa gas, tenaga pembangkit listrik, pupuk cair maupun pupuk kompos.

“Tujuannya agar sampah bisa selesai di desa. Sehingga tugas pemda lebih ringan. Kedepan jika kami berhasil, maka bisa menjadi percontohan desa-desa lain untuk menerapkan pengelolaan sampah,” akunya. (bud/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya