26 C
Semarang
Selasa, 28 Maret 2023

Pedagang Ogah Boyongan ke Pasar Darurat Weleri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Batas akhir relokasi pedagang Pasar Weleri ke Pasar Darurat di Terminal Bahurekso menuai banyak keluhan pedagang. Terutama keluhan sepi dan pedagang yang tidak sepakat dengan tempat relokasi.
Pasar Weleri, Senin (3/1) secara resmi ditutup oleh Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto. Meski hari terakhir, tapi tak sedikit pedagang yang masih berjualan di depan area pasar dengan mendirikan tenda non permanen.

Salah satunya Naviah, pedagang sembako. Ia mengaku kebanyakan pedagang enggan untuk direlokasi ke Pasar Darurat. Pasalnya dinilai tempat kurang strategis sehingga mengakibatkan pasar nantinya sepi pembeli.

Baca juga:  Dewan Bakal Gunakan Hak Budget untuk Pembangunan Pasar Weleri

“Masih nyaman di Pasar Weleri, meskipun kondisinya sudah terbakar. Tapi untuk berjualan masih ramai,” katanya.

Sementara hari pertama Pasar Darurat Terminal Bahurekso masih tampak sepi. Hanya beberapa pedagang yang mulai berjualan. Itupun kondisinya sepi pembeli. Seperti dikeluhkan pedagang ikan, Lasiem.

Ia mengaku hari pertama berjualan sama sekali tidak ada pembeli. “Kalau seperti ini terus, lama-lama bisa rugi kami,” keluhnya.

Lasiem berharap, pemerintah segera merespon keluhan pedagang. Sebab pedagang modalnya terbatas. Jika tidak direspon, maka pedagang akan banyak yang gulung tikar.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol PP Kenda, Seto Aryono mengatakan untuk penertiban Pasar Weleri lama pihaknya menurunkan 15 Personel. Yakni untuk melakukan penertiban pedagang di Pasar Weleri yang masih berjualan.

Baca juga:  Oktober 2023, Pasar Weleri Selesai Dibangun

“Masih kami temukan ada beberapa pedagang yang masih berjualan. Total ada 40, lima diantaranya  masih menggelar lapak dan berjualan. Namun segera ia tertibkan. Dan tidak ada melawan atau menolak,”  paparnya.

Sementara Bupati Kendal meninjau Pasar Weleri dan Pasar Darurat. Setelah memastikan tidak ada pedagang di Pasar Weleri, ia segera menutup pasar yang terbakar pada November 2020 lalu itu. “Setelah kami tutup, kami akan dirikan pos pengamanan dan penjagaan. Tujuannya untuk memastikan di hari-hari berikutnya tidak ada pedagang yang kembali berjualan di Pasar Weleri,”  tegasnya.

Baca juga:  Pedagang Pasar Weleri Diberi Stimulus Rp 200 Juta

Perihal keluhan pedagang di Pasar Darurat, ia akan segera meresponnya. Terkait fasilitas maupun kondisi pasar yang sepi. “Relokasi berjalan lancar, PR kami tinggal sekarang meramaikan Pasar Darurat agar banyak pengunjung. Sehingga pedagang tidak merugi,”  jelasnya.

Pasca Pasar Weleri ditutup, pihaknya akan menghitung seluruh aset yang ada di Pasar Weleri. Tujuannya agar segera bisa dilaporkan untuk kemudian dirobohkan. “Sehingga bisa kami ajukan pembangunan Pasar Weleri,” tandasnya. (bud/bas)


Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya