alexametrics

Kartunis Senior Darminto ‘Kokkang’ Tutup Usia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KendalKabar duka menyelimuti kartunis dan humoris Indonesia. Seniman senior sekaligus kartunis Darminto M Sudarmo (Kokkang) tutup usia Selasa (21/12) pukul 04.30 WIB di rumahnya, Dusun Patukngan, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Salah satu tokoh pendiri Komunitas Kartun Kaliwungu (Kokkang) itu meninggal karena sakit diabetes yang memburuk selama dua pekan terakhir.  Darminto meninggal di usianya ke-65.

Jenazah Darminto dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa setempat. Sejumlah kartunis dan seniman dari Kota Semarang dan Kendal turut hadir untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Saudara ipar Darminto, Robby mengatakan, almarhum sebelumnya menderita sakit tinggal di Kota Semarang. Tapi lantaran kondisinya semakin memburuk, pihak keluarga membawanya kembali ke Kaliwungu untuk menjalani perawatan lebih intensif. “Kalau di Kaliwungu ada yang merawat dan memperhatikan makanan dan obatnya,” katanya.

Baca juga:  Yang Boleh Pentas Hanya Seniman Lokal Temanggung

Darminto M Sudarmo juga dikenal luas sebagai kartunis. Ia yang membesarkan Kokkang hingga para kartunis bisa mewarnai hampir seluruh media ternama di Indonesia. Ia bersama kartunis Supriyanto alias Prie GS yang telah lebih dulu berpulang ke rahmatullah.

Tepatnya pada 1982, Darminto mendirikan Kokkang bersama seniman senior Kendal Itos Budi Santoso. Dari situlah banyak terlahir kartunis asal Kaliwungu. Salah satunya Kartunis Jawa Pos-Wahyu Kokkang.

Itos mengatakan, Kokkang dibentuk pada masa media cetak nasional sedang moncer. Berbagai media cetak berlomba-lomba menyediakan rubrik khusus gambar kartun. Kondisi tersebut dimanfaatkan Itos dan Darminto dengan mendirikan komunitas khusus kartunis.

Ditandai dengan pameran kartun nasional yang digelar di eks kawedanan Kaliwungu. Kokkang mendapat respon positif dengan bergabungnya puluhan seniman.

“Anggota Kokkang saat itu aktif membuat kartun di berbagai media cetak nasional. Termasuk mas Darminto ini. Hampir tiap hari pada masa itu kami kumpul, membuat karya, dan bersenda gurau,” tuturnya mengenang Darminto.

Baca juga:  Karyanya Jadi Langganan Pejabat dan Artis

Selain berkarya di media cetak, lanjutnya, Kokkang juga menggelar beberapa pameran karya hingga ke mancanegara. Seperti di Jepang, Belgia, Turki dan beberapa negara lain.

“Waktu awal-awal Kokkang dibuat sampai 1993, kami masih sering ketemu berkarya bareng. Setelah menikah dan punya kesibukan (bekerja) masing-masing, jadi kami sudah jarang kumpul,” tuturnya.

Wahyu Kokkang, mengaku kepergian Darminto menjadi duka mendalam. Sebab Darminto pendiri komunitas kartun tertua di Indonesia yakni Kokkang. Selain sebagai kartunis, Darminto juga dikenal sebagai sosok penulis buku-buku humor.

“Bahkan beliau juga pencetus Hari Humor Nasional (HHN) yang pertama kali dideklarasikan 7 September 2021 lalu, bersama keluarga besar Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Sebab bertepatan dengan hari lahir  Gus Dur,” katanya.

Baca juga:  Vaksinasi BIN Sasar Empat Daerah

Darminto betul-betul sosok yang observer dalam bidang humor. Menurutnya hal itu jarang ada di Indonesia. “Kalau setau saya selain Mas Darminto yang konsen dalam humor, tidak hanya mengumpulkan tapi menciptakan humor itu Arwah Setiawan, tapi sudah lama meninggal,” paparnya.

Darminto juga menulis cerita pendek, cerita bersambung, dan puisi di berbagai media massa. Menulis skenario sinetron komedi untuk televisi, menulis buku seputar lelucon dan humor filsafat. Jpernah menyelenggarakan pameran lukisan bersama dengan pelukis Semarang di Jakarta, dan Yogyakarta pada 1989-1991.

Beberapa karya terbaiknya adalah Komik Jiddu Krishnamurti Revolusi, Komik Indonesia Dijarah, Lelucon Sehari-hari, Lelucon Antar Bangsa 1 dan 2, Lelucon Intim dan Guyon Demokrasi. Selain itu Guyon SexGar, Guyon Politik, Anatomi Lelucon di Indonesia, Republik Badut, Lelucon is Power dan beberapa karya lainnya. (bud/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya