alexametrics

Nenek 70 Tahun yang Ditemukan Tewas di Cepiring Diduga Dibunuh Orang Dekat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Dugaan pembunuhan terhadap Suratmi, 70, warga Korowelanganyar RT 4 RW 1, Kecamatan Cepiring, Kendal, masih belum memenuhi titik terang. Aparat Satreskrim Polres Kendal masih belum bisa mengidentifikasi pelaku dan motif pembunuhan. Dugaan kuat, pelaku pembunuhan adalah orang dekat dengan korban. Sebab, selama ini Mbah Ratmi –sapaan akrab korban–tidak pernah bermasalah dengan tetangga sekitar.

Selain itu, dugaan dibunuh lantaran motif perampokan juga tidak ada. Pasalnya, tidak ada satupun barang berharga milik korban yang hilang. Selain itu, tidak ada pintu atau jendela rumah yang dirusak. Jadi, kemungkinan pelaku masuk melalui pintu depan.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel A Tambunan mengaku, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Tim reserse mobile (resmob) terus menggali informasi dari saksi-saksi di lokasi kejadian. “Bahkan kami sampai tiga kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendapatkan petunjuk,” katanya, kemarin.

Baca juga:  Warga Berebut Swafoto Bareng Mirna

Dikatakan, penyidik Satreskrim telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk semua anak korban yang selama ini berhubungan langsung dengan Mbah Ratmi.  Penyidik, diakuinya, juga masih mengumpulkan bukti. “Kami tidak berani memberikan statemen terlalu dini, sebelum kami mendapatkan bukti yang kuat,” tandasnya.

Dari hasil otopsi Rumah Sakit Bhayangkara, penyebab utama kematian korban diakibatkan oleh luka tusukan di bagian kepala. Selain itu, akibat trauma benda tumpul karena terjadi benturan keras.

Baca Juga: Nenek 70 Tahun di Cepiring Tewas dengan Luka Tusuk dan Bacokan

Selain itu, dari hasil otopsi ditemukan luka memar di pundak sebelah kiri, luka lebam pada leher bagian belakang, serta luka lebam pada dahi akibat benda tumpul. “Yang parah, ditemukan tiga luka sobek atau tusuk di kepala masing-masing 3 sentimeter,” tuturnya.

Baca juga:  Pelatih PSIS Ungkap Alasan Septian David Belum Bisa Tampil 100 Persen

Korban Mbah Ratmi diketahui seorang janda jompo. Sejak suaminya meninggal, Mbah Ratmi memilih tinggal seorang diri. Sementara tujuh anaknya, meski tidak tinggal serumah, tapi tinggal di desa yang sama.

Menurut Dakrun, tetangga korban, Mbah Ratmi selama ini tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga. “Kalau sama tetangga baik, walaupun sekadar sapa. Karena Mbah Ratmi tinggal seorang diri, jadi jarang keluar,” kata Dakrun.

Suparmo, anak ke lima Mbah Ratmi mengaku tidak habis pikir kenapa ada orang yang keji membunuh orang tuanya yang kondisinya sudah tua renta. Ia mengaku kaget saat mendapatkan kabar ibunya tewas dibunuh secara mengenaskan.

“Saat kejadian, saya sedangkan melaut. Saat pulang, kaget di rumah sudah banyak polisi. Kami sekeluarga sempat ditanya-tanya sama polisi, kami jawab dan utarakan sebatas yang kami tahu,” tuturnya.

Baca juga:  Penghargaan untuk Lima Inspirator dari Kendal

Mbah Ratmi, diakuinya, sejak ditinggal mendiang ayahnya memang tinggal sendiri di rumah. Sedangkan anak-anak yang tinggal di dekat rumah, silih berganti menjenguk dan mengirim makanan.

Usai dilakukan proses otopsi, jenazah dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan, Minggu (19/12) malam. “Setahu saya, ibu tidak tidak pernah ada masalah dengan siapapun,” akunya. (bud/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya