alexametrics

Nenek 70 Tahun di Cepiring Tewas dengan Luka Tusuk dan Bacokan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Nasib tragis dialami Suratmi, warga Desa Korowelanganyar RT 4 RW 1, Cepiring, Kendal. Nenek 70 tahun ini ditemukan tewas bersimbah darah, Minggu (19/12) sekitar pukul 08.00 pagi. Korban yang tinggal seorang diri ditemukan terkapar di lantai dapur oleh tetangganya.

Menurut Suratno, saat ditemukan Mbah Suratmi masih dalam keadaan hidup, tapi sudah tidak berdaya. Tubuhnya berlumuran darah dengan sejumlah luka tusukan dan bacokan di kaki dan kepala. Belum diketahui motif penganiayaan yang menewaskan korban tersebut. Sebab, Suratmi tinggal seorang diri.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, pagi itu Suratno seperti biasa mengantarkan sarapan untuk Suratmi. Saat pintu diketuk, tidak ada ada jawaban dari dalam. Akhirnya, ia masuk rumah, dan mencari keberadaan Mbah Ratmi—sapaan korban. Nah, saat masuk dapur, saksi mendapati korban sudah terkapar di lantai dengan sekujur tubuh penuh darah.

Baca juga:  Biaya PTSL Harusnya Rp 150 Ribu Digelembungkan Jadi Rp 1,1 Juta dan Rp 1,5 Juta

“Saya melihat ada luka di bagian kepala dan wajah Mbah Ratmi. Tubuhnya berlumuran darah, tapi masih dalam kondisi hidup,” katanya kepada polisi.

Suratno pun panik dan berteriak minta tolong. Teriak pagi itu pun menggegerkan warga setempat. Puluhan tetangga korban langsung berdatangan ke lokasi. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUD Kendal. “Tapi saat sampai RSUD, Mbah Ratmi sudah dinyatakan meninggal oleh dokter,” ujarnya.

Tetangga korban lainnya, Suparmo, mengaku, saat itu ia mendengar teriakan Suratno minta tolong di rumah Mbah Ratmi. Ia pun bergegas lari, dan mendatangi rumah korban. Suparmo kaget saat melihat kondisi Mbah Ratmi yang mengenaskan. “Akhirnya kami bawa ke RSUD dr Soewondo, tapi sudah meninggal di jalan,” katanya.

Baca juga:  Koper Calhaj Ditandai Pita dan Boneka

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, pihak kepolisian sudah mendapatkan laporan atas kejadian tersebut. Ia segera menindaklanjutinya dengan melakukan olah TKP. “Sementara jasad korban dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Semarang untuk bisa mengetahui penyebab kematiannya,” tuturnya.

Daniel memastikan akan segera menindaklanjuti penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan bukti-bukti, keterangan saksi, dan hasil otopsi jasad korban. “Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi dan tetangga sekitarnya,” katanya. (bud/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya