alexametrics

Waduh, Tempat Karaoke di Gambilangu Pekerjakan Dua Anak Dibawah Umur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Pasutri Agus Kriswanto, 34 dan Suryani, 30 diamankan Satreskrim Polres Kendal. Mereka mempekerjakan anak dibawah umur untuk menjadi pemandu karaoke (PK).

Kasus ini terbongkar setelah digerebek di rumah karaoke di Kawasan Desa Wisata Karaoke Gambilangu, Desa Sumberejo, Kaliwungu.  Dua anak perempuan di bawah umur yang dipekerjakan PK adalah RVA, 17 dan VK, 17, warga Banjarnegara. Saat digrebek, keduanya tengah melayani pengunjung karaoke. Mereka sedang menenggak minum-minuman keras, yang sebenarnya tidak diperkenankan untuk anak di bawah umur.

Suryani mengaku mendapatkan dua anak melalui teman lamanya di Banjarnegara.  Dengan iming-iming manis, dua bocah ini setuju dipekerjakan sebagai PK di Intan Karaoke. “Itu karaoke saya,” akunya.

Baca juga:  Perluas Akses UMKM melalui Pasar Murah

Pasutri ini berdalih tidak mengetahui jika mempekerjakan anak di bawah umur harus berurusan dengan hukum. “Keduanya baru dua bulan bekerja di Intan Karaoke,” kata Agus Kriswanto.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel A Tambunan mengatakan kasus terungkap saat jajaran Polres Kendal melaksanakan operasi gabungan protokol kesehatan Covid-19 di Eks Lokalisasi Gambilangu. Pihaknya menerima laporan, masih adanya pengelola karaoke yang nekat beroperasi di masa pandemi.

Setelah dicek ke dalam ruangan karaoke,   dapati ada 4 orang perempuan dan 3 orang laki laki yang sedang berkaraoke. “Mereka semua mengkonsumsi miras. Setelah kami periksa terdapat dua orang anak perempuan yg belum dewasa atau masih dibawah umur,” tambahnya.

Baca juga:  Soal Kisruh Kongres Askab Kendal, Ini Penjelasan Asprov PSSI Jateng

Kedua anak di bawah umur tersebut kemudian diamankan beserta pemilik karaoke. Selain itu juga amankan barang bukti berupa alat-alat sarana karaoke yang digunakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pasutri sebagai pengelola karaoke ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan perdagangan anak.

“Keduanya kami jerat dengan Pasal 76I, Jo Pasal 88 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidana, maksimal 10 tahun penjara,” tambahnya. (bud/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya