alexametrics

Galian C Menjamur, Kerusakan Lingkungan di Kaliwungu Bakal Makin Parah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kerusakan lingkungan akibat maraknya galian C harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kendal. Jika tidak segera diatasi kerusakan lingkungan terutama di Kecamatan Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan bakal semakin parah.

Menjamurnya galian C di dua kecamatan tersebut berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. Mulai dari krisis air bersih, alih fungsi lahan yang tidak produktif serta sedimentasi sungai. “Jika tidak segera ada tindakan, maka kerusakan lingkungan di Kaliwungu akan semakin parah,” kata tokoh pengamat lingkungan Kaliwungu, Kuswanto.

Banjir di empat dusun Desa Sumberejo menjadi salah satu contohnya. Sedikitnya ada 2.000 warga dari Dusun Mlaten, Gambiran, Suking dan Gambilangu terdampak banjir setiap hujan turun. Hal itu akibat galian C di kawasan tersebut tidak melakukan reklamasi setelah mengeruk tanah. “Jangan sampai, setelah selesai penambangan lahan dibiarkan saja tanpa ada pengembalian lahan dan penanaman pohon,”  tambahnya.

Baca juga:  Terus Melangkah dengan Antusiasme Baru

Dari sekian banyak tambang galian C di Kaliwungu, nyaris tidak ada yang melaksanakan tanggung jawab reklamasi.  Warga akhirnya banyak yang terkena dampak banjir akibat sedimentasi sungai.

Sebab tidak ada penyerapan air, sehingga mengakibatkan air hujan dari wilayah atas langsung turun daerah yang rendah dengan membawa lumpur atau tanah. “Sungai penuh sedimentasi dan selalu banjir,”  tegasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kendal Zainuddin mengaku sudah beberapa kali melakukan sidak ke lokasi penambangan galian C. Karena banyak mendapat laporan dari warga terkait  pengangkutan material hasil tambang yang masih belum memperhatikan aturan.

Pihaknya sudah menyampaikan kepada ini Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar lebih aktif melakukan pemantauan.   “Warga mengeluh karena saat armada mengangkut galian C banyak menimbulkan debu. Dan banyak yang tidak memperhatikan reklamasi,” tambahnya.

Baca juga:  Kartunis Senior Darminto ‘Kokkang’ Tutup Usia

Zainuddin menambahkan butuh regulasi baru mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini bisa menjadi dasar untuk bersama-sama menjaga ekosistem lingkungan alam agar tetap terjaga. “Untuk galian yang sudah selesai, sesuai komitmen bersama agar dilakukan reklamasi dan reboisasi,” tambahnya. (bud/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya