alexametrics

Galian C Menjamur, Tiga Dusun di Desa Sumberejo Diterjang Banjir Lumpur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah warga Desa Sumberejo meminta ada pembatasan galian C. Menjamurnya aktivitas tambang membuat tiga dusun di Desa Sumberejo sering banjir bercampur lumpur. Bekas galian C ditinggal begitu saja tanpa dilakukan reklamasi atau pemulihan lahan.

Kepala Desa Sumberejo, Ngatman mengatakan setiap hujan daerahnya selalu banjir. Ada tiga dusun yang menjadi langganan banjir. Yakni Dusun Mlaten, Gambiran, Suking dan Gambilangu. “2.000 rumah selalu diterjang banjir bercampur lumpur. Penyebabnya pendangkalan sungai akibat aktivitas galian C,” katanya.

Ia menambahkan penyebab utama kebanjiran lantaran sungai Avour Sat Sumberejo dangkal. Hal itu dipicu tidak ada penyerapan air secara maksimal akibat banyaknya penambangan. “Ada tujuh titik penambangan galian C, dan itu pemicu banjir,” tegasnya.

Baca juga:  Kirim Tugas lewat WA Hari ini, Baru Dibalas Besok

Maraknya galian, membuat air dari hulu yang masuk Sungai Avour Sat bercampur lumpur. Akibatnya sungai mengalami pendangkalan. Sehingga upaya normalisasi sungai menjadi percuma.  Ketika sungai selesai dinormalisasi, begitu hujan turun langsung dipenuhi sedimentasi lagi. “Sungai tak mampu menampung banyak air dan limpahan membanjiri rumah warga,” tambahnya.

Bekas  galian C ditinggal tanpa dilakukan reklamasi atau pemulihan lahan. Hal itu menyebabkan menyebabkan longsor. Dan ketika hujan, tanah bekas galian terbawa aliran air masuk sungai. Ia berharap, Bupati Kendal segera ikut campur tangan dalam permasalahan ini. terutama pembatasan izin tambang di Desa Sumberejo. “Bulan lalu, sungai sudah dinormalisasi. Tapi hujan dua hari lalu sudah penuh lumpur lagi,” tambahnya.

Baca juga:  Fakta-Fakta Oknum Polisi Otaki Pemerasan, Modusnya Memotret Pasangan Keluar dari Hotel

Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto mengatakan, permasalahan banjir di Desa Sumberejo sangat kompleks. Mulai aktivitas penambang Galian C, kebiasaan membuang sampah sembarang sampai pembangunan rumah di bantaran sungai. “Ini menghambat jalannya normalisasi dan perluasan sungai,” timpalnya.

Dico mengaku bakal memetakan wilayah untuk mencari solusi. Ke depan Galian C juga bakal diminta untuk membuat drainase sendiri. Sehingga tidak berdampak pada warga. “Untuk rumah di bantaran sungai akan kami dicarikan tempat relokasi,” tambahnya. (bud/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya