alexametrics

Pembangunan Pasar Weleri Belum Jelas, Pedagang Protes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Sejumlah pedagang Pasar Weleri I melakukan aksi protes kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal. Sebab, satu tahun pasca pasar terbakar, pembangunan pasar belum ada kejelasan. Bahkan rencananya pasar yang terbakar bakal dipindah dan dijadikan satu dengan pasar Weleri 2.

Pasar darurat yang dijanjikan Pemkab Kendal belum bisa ditempati pedagang. Bahkan, pasar darurat sementara yang dibangun di Terminal Bahurekso roboh diterjang angin.  Kondisi ini membuat para pedagang kesulitan mencari nafkah. Ada ribuan pedagang tidak bisa berjualan.

“Pemerintah belum menyediakan lokasi sementara padahal pedagang harus tetap bisa berjualan,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri, Suwarno usai Refleksi dan Doa Bersama satu tahun Pasar Weleri 1 Kobong.

Baca juga:  Bagikan 25 Ribu Masker Medis

Ia menambahkan, pihaknya sudah beraudiensi dengan DPRD Kendal dan Disdag Kendal. Pihaknya mempertanyakan kejelasan kapan pasar akan dibangun. Selain itu, ia minta pembangunan pasar nantinya tetap di lokasi yang sama, yakni di tempat pasar yang terbakar atau pasar kobong.  “Kami dengar, pasar nantinya menempati lahan milik PT KAI,” ujarnya.

Selama mengikuti perkembangan, awalnya memang sosialisasi dan koordinasi selalu melibatkan paguyuban pedagang. Tapi sekarang berbeda, saat ada rencana pemindahan lokasi pasar ke sebelah selatan atau di lokasi Pasar Weleri 2, paguyuban tidak diajak rembugan.

Para pedagang   kecewa, sebab aspirasi pedagang melalui paguyuban tidak diperhatikan. Malah, terkesan paguyuban tidak dianggap sama sekali. “Jadi untuk apa gunanya paguyuban dimintai masukan,” tambahnya.

Baca juga:  Libur Sekolah, Puluhan Anak Ikuti Sunat Massal

Pedagang lain Tobat mengaku selama ini paguyuban sudah konsultasi dengan ketua dan anggota dewan. Bahkan juga dengan Bupati dan Disdag. “Tapi saat ada pembahasan perubahan lokasi pembangunan pasar, paguyuban tidak dilibatkan,” akunya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay mengaku akan menampung aspirasi para pedagang dan akan menyampaikan kepada Bupati. Ia mengaku baru menjabat sebagai kepala dinas sekitar dua minggu sehingga baru mengetahui soal pemindahan lokasi pasar tersebut.

“Saya ini baru dilantik tanggal 26 Oktober 2021 lalu. Semua aspirasi kami tampung dan akan saya sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Kendal,” aku Ferinando. (bud/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya