alexametrics

Proyek Jalan Penghubung Cangkiran-Boja-Sukorejo Terkendala Gunung Batu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal —Peningkatan jalan penghubung Cangkiran- Boja- Sukorejo terkendala gunung batu. Butuh waktu cukup lama untuk mengepras gunung batu setinggi 30 meter itu.

Pengeprasan bukit mengakibatkan akses jalan tertutup total. Pengendara dialihkan melalui jalan Desa Sidodadi, Kecamatan Patean. Memutar sepanjang 1,5 kilometer.

“Ya agak jauh, jalannya juga kecil, sehingga memakan waktu cukup lama. Terlebih saat hujan, kondisi jalan licin. Harus ekstra hati-hati,” kata Khamidun, warga Singorojo.

Selain itu, jalan selebar empat meter itu hanya bisa dilalui satu mobil saja. Sehingga warga memberlakukan buka tutup jalan.  “Harapan kami, perbaikan jalan ini bisa cepat selesai, sehingga bisa segera dilalui kembali,” tuturnya.

Muhammad Sae’in salah satu operator eskavator pembangunan jalan mengaku, pekerjaan pengeprasan bukti menuai kendala. Sebab di antara tebing bukti terdapat gunung batu.

Baca juga:  Waspada! Pengguna Narkoba di Jateng Masuk Lima besar

“Pengeprasan gunung batu belum rampung karena kondisinya sangat keras. Bahkan alat pemecah tidak mampu untuk mengepras batu tersebut,” katanya.

Menurutnya, solusi cepat untuk menghancurkan gunung batu tersebut adalah diledakkan dengan dinamit. Namun setelah melalui kajian, cara itu tidak memungkinkan dilakukan. Karena jarak lokasi gunung batu terlalu dekat dengan permukiman warga.

“Jarak peledakan dengan permukiman warga minimal 1,2 kilometer. Sementara jarak gunungan batu ini hanya 500 meter dari perkampungan. Jadi kami hanya bisa mengeprasnya sedikit demi sedikit,” tuturya.

Pekerjaan peningkatan jalan tersebut dianggarkan Rp 9,238 miliar. Merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah. Panjangnya jalan satu kilometer, dengan lebar badan jalan delapan meter.

Baca juga:  Kades Siap Dukung Kebijakan Pemkab

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, perbaikan jalan penghubung Kendal bagian atas ini ditangani DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng sejak Maret hingga 3 Desember.

Diakuinya, memang rencana awal adalah memangkas gunung batu. Namun kondisi tidak memungkinkan, karena batu terlalu keras. Sehingga hanya dikurangi sebagian.

“Jadi nanti hanya memotong batu sebagian sehingga didapatkan lebar jalan 13 meter,” ujarnya.

Rencanananya pekan depan tahap perataan jalan. Awal November sudah bisa dilaksanakan pekerjaan jalan.

“Kami optimistis Desember pekerjaan bisa selesai sesuai kontrak pekerjaan,” imbuhnya. (bud/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya