alexametrics

Wadahi Pecinta Merpati Balap, Berantas Perjudian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Tren pecinta merpati balap masih cukup tinggi. Terlihat pada Lomba Merpati Kolong yang dihelat di Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, kemarin. Ada 520 ekor merpati yang diikutkan dalam lomba yang digelar Wonotenggang Merpati Club (WMC) tersebut. Lomba merpati ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 38 juta.

Ketua WMC Agus Priyo Kusuma mengatakan, lomba ini sebagai wadah pecinta merpati untuk mengaktualisasikan hobinya.“Saat ini PPKM di Kendal sudah turun di Level 2. Sehingga kami bisa mengadakan silaturahmi yang dikemas dengan perlombaan ini,” tuturnya.

Lomba balap merpati ini sekaligus untuk memberantas praktik perjudian. Karena selama ini, marak merpati balap dijadikan media perjudian.

Baca juga:  Gembleng Atlet Sepak Takraw di Pantai Kemangi

“Dengan adanya lomba ini, segala bentuk perjudian kami larang. Jika ada yang judi akan kami laporkan dan bawa ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Lomba balap merpati kolong ini dengan merpati jantan dilepas dari jarak 950 meter. Pemenangnya adalah merpati tercepat yang bisa masuk kolong merah yang sudah ditentukan. Selain itu ketepatan untuk menempel atau mencari pasangan merpati betinanya.

Anggota DPRD Jateng, Mifta Reza NP yang ikut hadir dalam perlombaan tersebut mengatakan,  Lomba Merpati Kolongan berpotensi menjadi salah satu wisata. Sebab  banyak warga masyarakat yang ingin menyaksikan. Dampaknya juga untuk peningkatan ekonomi. Sebab banyak warga sekitar bisa berjualan makanan dan minuman, baik untuk peserta maupun warga yang menyaksikan.

Baca juga:  Dalam Semalam, Empat Sepeda Gunung di Kendal Raib

Di Kendal sendiri menurutnya banyak para pecinta burung merpati balap. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya spot-spot kolong balap merpati di beberapa wilayah. “Jumlahnya bisa mencapai ratusan, karena hampir di setiap desa ada,” katanya.

Melihat banyaknya para penggemar merpati ini, sangat berpotensi menjadi destinasi wisata balap burung merpati kolong. Sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

“Selain mendatangkan wisatawan, peternak burung juga diuntungkan, karena bisa jualan merpati dengan harga tinggi,” imbuhnya. (bud/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya