alexametrics

Bank Jateng Kendal Permudah Warga Bangun Rumah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Bank Jateng Cabang Kendal, siap memberikan subsidi kredit pembangunan rumah baru sebesar Rp 38-40 juta. Kebijakan tersebut merupakan program Bantuan Penyediaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Syaratnya, memiliki tanah hak milik dan belum memiliki rumah.

“Program ini menyukseskan satu juta unit rumah oleh Presiden Joko Widodo. Upaya pemerintah memfasilitasi masyarakat untuk memiliki hunian layak huni,” kata Kepala Bidang Perumahan Rakyat Disperkim Kendal, Zihawari Hidayat saat serah terima kredit BP2BT kemarin (18/10/2021).

Berdasar catatan saat ini, warga Kendal yang belum memiliki rumah mencapai 60.066 kepala keluarga (KK). Ia berharap, program BP2BT ini, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki rumah baru.  “Sasarannya seluruh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tegasnya.

Baca juga:  Polsek Pegandon Gencarkan Penyemprotan Desinfektan di Sekolah

Selain itu, pelaku UMKM yang memang belum memiliki rumah. Atau punya rumah tapi kondisinya rumah tidak layak huni. “Maka bisa mengajukan BP2BT ini dengan sistem pembangunan secara swadaya,” jelasnya.

Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Djoko Salbiyanto mengatakan, Bank Jateng siap memproses seluruh pengajuan bantuan subsidi rumah melalui BP2BT. Besar pinjaman yang dikucurkan sebesar Rp 38-40 juta.

“Bisa diangsur selama lima tahun, dengan angsuran rendah setiap bulannya, disesuaikan dengan kemampuan nasabah,” jelasnya.

Syarat pengajuan, yakni telah memiliki tanah hak milik dengan luasan tanah maksimal 200 meter. Belum memiliki rumah dan berpenghasilan maksimal Rp 6 juta per bulan. “Program ini terbuka untuk seluruh masyarakat, sehingga bisa segera memiliki rumah,” tuturnya.

Baca juga:  Bawaslu Kendal Telusuri Rekaman Suara 'Coret Bantuan'

Salah satu penerima manfaat bantuan subsidi rumah, M  Nurul Falah, mengaku sangat senang. Ia dan istrinya Nur Samawati setelah 15 tahun pernikahan akhirnya bisa memiliki rumah sendiri.

“Kami sudah beli tanah, tapi belum mampu membangun rumah. Jadi selama ini tinggal bersama di rumah orang tua. Untung ada subsidi rumah BP2BT ini, jadi impian kami memiliki rumah bisa terwujud,” kata Bapak tiga anak ini.

Program ini didukung oleh PT Arion Karya Indonesia sebagai pihak penyedia jasa pembangunan.

Direktur PT Arion Karya Indonesia, Ariel Yonathan mengatakan, BP2BT merupakan terobosan dan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dan sehat.

Selaku pembangun, pihaknya telah menyediakan beberapa tipe jenis rumah yakni tipe 36 sampai 48 meter persegi. Termasuk menyediakan desain rumah, sehingga penerima manfaat tidak perlu repot.

Baca juga:  Santri Harus Melek Teknologi

“Kerangka yang kami bangun juga kokoh sesuai, karena BP2BT ini adalah rumah sehat dan nyaman,” tuturnya. (bud/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya