alexametrics

Mengenal Weh-wehan, Tradisi Warga Kaliwungu Menyambut Maulid Nabi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Ribuan aneka jajanan, sayuran dan buah-buahan menggantung di sepanjang jalan Kampung Kranggan, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu.  Warganya juga menghias rumahnya dengan lampu kerlap-kerlip. Membuat suasana semakin meriah.

Itulah yang nampak pada Khazanah perayaan peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Kaliwungu.  Tradisi yang sudah turun temurun ini, disebut Ketuwinan atau Weh-wehan. Yakni sebagai lambang penghormatan dan kegembiraan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Warga juga berbondong-bondong mengantarkan makanan kepada tetangga dan warga yang melintas di jalan. Tradisi ini sudah turun temurun.

“Jadi setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga membuat jajan kemudian dibagi-bagikan. Sebagai wujud sedekah, rasa syukur, dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata salah satu tokoh agama Kampung Kranggan, KH Sofyan Alhafidz kemarin (18/10/2021).

Baca juga:  Kafe jadi Sarana Edukasi Kependudukan

Makanan yang akan dibagikan biasanya ditata rapi di meja atau etalase depan rumah. Ada juga yang diantar ke rumah-rumah tetangga dan kerabatnya.

”Tradisi ini menurut cerita, merupakan peninggalan pada Wali Musyafa’, sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Kaliwungu,” tuturnya.

Semarak peringatan Maulid Nabi di Kaliwungu, bahkan lebih ramai dari Lebaran Idul Fitri. Sebab biasanya, masyarakat juga berbelanja untuk masak-masak sebelum hari H. “Selepas salat Ashar warga langsung membagi-bagikan makanan,” tuturnya.

Tokoh masyarakat Kampung Kranggan, Mochammad Ersad mengatakan, perayaan Maulid Nabi biasa diperingati mulai 1 Rabiul Awal tahun Hijriyah. Yakni dengan pembacaan Maulid Barzanji di musala atau secara bergiliran ke rumah-rumah.

Baca juga:  Ternyata Ini Motif Pembunuhan Remaja Asal Kendal yang Mayatnya Ditemukan di Selokan

“Puncaknya di tanggal 12 Rabiul Awal ini. tepat pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jadi istilahnya ini sebagai Lebaran di bulan Maulid,” kata Ersad.

Keramaian ini tidak hanya di Kranggan saja. Tapi hampir di semua desa di Kecamatan Kaliwungu. Banyaknya makanan, menjadikan warga di sekitar Kaliwungu juga berdatangan. Mereka ingin merasakan jajanan untuk mendapatkan berkah di Hari Kelahiran Nabi Muhammad.

Muhammad Erwin, salah satu tokoh pemuda mengatakan, para pemuda yang tergabung dalam Aktivitas Remaja Islam Kranggan (Ariska) telah mendesain jalan dengan menggantung makanan dan memasang lampu.

“Makanan, sayur dan buah-buahan yang menggantung ini, akan jadi rebutan setelah khataman pembacaan Maulid Nabi SAW,” tandasnya. (bud/zal)

Baca juga:  Kios Roboh Tertimpa Pohon

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya