alexametrics

Bupati Dico Wacanakan Setiap Desa Memiliki Embung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KendalBupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto mewacanakan pembangunan embung di setiap desa. Selain untuk pengendali banjir dan penyedia air baku, embung juga bisa untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Sebab embung dapat dimanfaatkan untuk peternakan ikan tawar. Saya berharap, setiap desa bisa memiliki satu embung yang dirawat dan jaga dengan baik,” ujar Dico saat  penanaman 117 ribu benih ikan nila dan tawes di Embung Rowobranten, Kecamatan Ringinarum.

Selain itu, embung juga berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata, sebagai jembatan menumbuhkan UMKM warga sekitar.

“Dengan penebaran ikan di embung ini, kami berharap warga menjaga dan mengembangbiakkan. Sehingga bisa terus dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk sumber lauk pauk,” katanya.

Baca juga:  50 Pelaku UMKM Kendal Dilatih Tata Cara Ekspor

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal melakukan penebaran 117 ribu benih ikan nila dan tawes di sejumlah embung dan sungai. Sebanyak 65 ribu ekor ditebar di empat titik perairan umum. Sisanya akan ditebar di empat sungai dan dua embung.

Plt Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, penebaran ikan dilakukan dengan memanfaatkan APBD Kendal sebesar Rp 49 juta. Tujuannya untuk mengembalikan fungsi perairan umum.

Pihaknya berharap, penebaran bibit ikan ini bisa mendukung pemulihan ekosistem perairan umum. Selain itu, upaya ini diharapkan bisa menjaga ketahanan pangan masyarakat dengan menyediakan ikan yang bisa dikonsumsi masyarakat.

“Kalau melihat cerita, orang dulu mudah mendapatkan berbagai jenis ikan dengan memancing ikan di sungai. Nah, kami berupaya mengembalikan ekosistem itu agar bisa seperti semula. Caranya dengan menebar benih ikan ini,” ujarnya.

Baca juga:  Anggaran Minim, 92 Kilometer Jalan di Kendal Masih Rusak

Beberapa lokasi yang menjadi pusat penebaran ikan di antaranya, Sungai Desa Trayu, sungai Desa Sriwulan, embung Desa Margorejo, embung Desa Rowobranten, embung Desa Kertomulyo, sungai Desa Wonorejo, Sungai Blorong, Sungai Kendal, Sungai Sibeo Desa Sendang Dawung, dan embung Desa Kumpulrejo. Total 117 ribu ekor yang tebar.

“Setelah berkembang biak, ikan bisa dimanfaatkan untuk kelengkapan makanan dengan cara yang ramah lingkungan. Seperti dipancing. Tapi jangan di obat, nanti bisa mati semua,” kata Hudi. (bud/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya