alexametrics

Takut Roboh Lagi, Pedagang Minta Bangunan Pasar Darurat Dievaluasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal Para Pedagang Pasar Weleri meminta pembangunan Pasar Weleri Sementara I dievaluasi. Untuk memastikan konstruksi kokoh. Mereka tidak ingin insiden pasar roboh terjadi kembali.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri, Warno, peristiwa robohnya konstruksi los beberapa waktu lalu membuat pedagang ragu untuk menempatinya.

“Kami jadi waswas. Takutnya nanti sudah ditempati, pasar roboh lagi,” katanya kemarin (28/9/2021).

Rencananya para pedagang Pasar Weleri akan direlokasi ke Pasar Darurat awal September lalu. Tapi belum sempat dipindah, malah bangunan sudah roboh. “Untung belum kami tempati,” tuturnya.

Berkaca dari peristiwa itu, ia meminta kepada bupati dan dinas terkait melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil bangunan Pasar Darurat.  “Karena lokasinya cukup terbuka, sehingga angin bisa mudah menerpa,” jelasnya.

Baca juga:  Normalisasi Sungai Bodri Digelontor Rp 80 M

Kualitas bangunan los pasar harus terukur. Sebab para pedagang nantinya akan lama menempati pasar darurat tersebut. Sampai Pasar Weleri yang hangus terbakar November 2020 lalu dibangun kembali.

Selain itu ia meminta kepada bupati untuk melengkapi Pasar Darurat dengan sarana pendukung lainnya. Terutama drainase dan jaringan listrik.

“Saat kami cek, kondisi sekarang pasarnya banyak kubangan air karena drainase belum dibangun,” bebernya.

“Keamanan dan kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar harus jadi perinsip dasar pembangunan pasar darurat,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno mengatakan, hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Auditor Inspektorat telah selesai. “Hasilnya akan kami serahkan kepada bupati,” ujarnya

Perihal hasil dan rekomendasi dari Inspektorat seperti apa, pihaknya mengaku tidak berani mempublikasikan. “Biar nanti pimpinan (Bupati Kendal, Red) yang akan memberikan statemen,” kata Sugeng.

Baca juga:  Pasang Baliho HUT TNI di Lokasi TMMD

Diketahui, sebanyak 17 los Pasar Weleri Sementara I yang rencananya akan ditempati 136 pedagang roboh karena diterpa angin pada Selasa (14/9/2021). Padahal baru selesai dibangun dengan anggaran Rp 3,6 miliar. (bud/zal)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya