alexametrics

Tiba di Kendal, Menteri Risma Tes Penerima Bantuan untuk Berjualan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Menteri Sosial (Mensos) Tri Risma Harini terbahak-bahak saat memberikan bantuan usaha kepada salah satu penyandang tuna mental. Pasalnya bantuan uang senilai Rp 3 juta akan digunakan untuk tambahan modal usaha berjualan pakaian.

Jajal yok opo leh mu dodolan, aku mau lihat. Coba kamu tawarkan pakain itu kepada saya,” ucapnya dengan logat Jawa Timuran kepada Edi Mulyono salah satu penerima bantuan sosial tunai (BST) di GOR Bahurekso, kemarin (23/9/2021).

Setelah diminta berkali-kali, akhirnya Edi Mulyono warga Kabupaten Pati itu pun mengambil salah satu pakainnya. Seharga Rp 50 ribu.

“Ini pakaiannya harganya 50 ribu, kok mahal sekali. Boleh kurang ndak,” tanya Risma.

Baca juga:  Puluhan Personel Paskibraka Digembleng

Edi pun menjawab dengan bingung menjawab singkat. “Ya Rp 50 ribu, ndak boleh kurang,” kata Edi menimpali pertanyaan Mensos.

Melihat pola komunikasi Edi yang kurang, Mensos hanya bisa geleng-geleng kepala. Terlebih saat ditanya perihal bantuan yang diterimanya bantuan apa. Edi menjawab bahwa bantuan tersebut bantuan duka cita.

Jawaban Edi membuat Risma terbahak-bahak. Dan menanyakan kepada pendampingnya. “Yok opo iki, ko ngene kon dodolan. Ga iso pola seperti ini, kasian jika disuruh berjualan,” tegasnya dengan nada tertawa.

Namun akhirnya Risma mendapatkan penjelasan dari Legi, adik dari Edi Mulyono yang mendampingi. Bahwa selama ini dirinya yang berjualan, sedangkan Edi hanya menemani, karena masih ada gangguan kejiwaan.

Baca juga:  Rumah Ber-NJOP Maksimal Rp 130 Juta, PBB Gratis

“Masih bertingkah sesuka hatinya, jadi kalau berjualan suka jalan-jalan sendiri,” ujarnya.

Selain bantuan usaha, Risma juga menyalurkan bantuan untuk anak-anak yatim. Risma mengaku terenyuh. Risma berpesan agar anak-anak itu jangan berkecil hati meski sudah tidak memiliki orang tua.

“Kalian harus semangat dan jadi juara. Anggaplah saya dan pemerintah ini sekarang adalah orang tua kalian. Jadi kalau ada masalah, cerita kepada kami. Biar kami yang menuntaskannya,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Sutiah Windasari, mengaku senang. Warga penyandang cacat fisik ini menerima bantuan motor roda tiga. Bantuan tersebut akan digunakan untuk berjualan pakaian di Pemalang, tempat tinggalnya.

Sutiah mengaku cacat sejak umur satu tahun. Kaki kananannya mengalami kelumpuhan akibat sakit yang dideritanya.

Baca juga:  KPU Kendal Coret 5.847 Orang dari Daftar Pemilih

Alhamdulillah dapat bantuan ini, jadi tidak perlu pakai kendaraan antar jemput. Saya bisa mandiri berjualan pakaian,” imbuhnya.

Sementara Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, data anak yatim sementara 370 orang. Data ini akan diperbaiki.

“Ke depan akan diberikan bantuan secara berjenjang. Tidak hanya jaminan hidup, tapi juga jaminan pendidikan dan kesehatannya,” ucapnya. (bud/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya